<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662</id><updated>2011-09-23T12:58:44.751+07:00</updated><title type='text'>A Snippet of Me</title><subtitle type='html'>I've always been fascinated by circles. For me, a circle is the most excellent shape which represents every aspect of life. Everybody has their own circle of life. This is mine.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-6173394973276298776</id><published>2007-07-23T14:54:00.000+07:00</published><updated>2007-07-23T15:07:59.061+07:00</updated><title type='text'>Niat Jualan Nggak, sih?</title><content type='html'>Di satu siang yang panas, di salah satu toko pakaian di satu pusat perbelanjaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak, baju ini ada ukuran S nggak ya?" saya bertanya pada si Mbak penjaga toko. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, nggak ada, mbak.  Itu all size," jawab si Mbak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengernyitkan kening sambil menatap pada label yang menempel pada kerah baju, dimana jelas-jelas terlihat huruf M yang melambangkan ukuran baju.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loh, ini ukuran M, Mbak.  Berarti bukan all size, dong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Mbak mengambil baju yang dimaksud dari tangan saya, mengecek label di kerah baju tersebut dan berkata dengan malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh iya.  Ada sih ukuran S-nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummm…… terus tadi kok situ bilang ukuran baju itu all size.  Saya cuma bisa  &lt;br /&gt;mengira-ngira.  Si Mbak itu beneran nggak tahu atau malas ngambilin ukuran yang diminta? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jadi membeli baju karena sudah ilfil duluan, saya melangkahkan kaki menuju penjual minuman franchise yang menjual aneka rasa minuman di salah satu pojok food court. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, es tebu satu sama es kacang hijau satu ya," saya memesan minuman untuk saya dan seorang teman yang nitip di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Mas mulai mengeluarkan dua gelas plastik, menambahkan es batu ke gelas-gelas tadi, kemudian mengisi salah satu gelas tadi dengan sari kacang hijau.  Kemudian dia tampak ragu-ragu, dan berbisik pada temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa, Mas?" tanya saya, melihat gelagat yang kurang baik. &lt;br /&gt;"Ini, Mbak. Ini gelasnya nggak ada tutupnya. Man, lu cari dong tutup buat gelas ini," kata Mas tersebut sambil memberikan uang pada temannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah..lama, nggak, Mas?" tanya saya yang membayangkan saya harus menunggu si teman ini membeli tutup gelas entah dimana, di luar pusat berbelanjaan itu mungkin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaan…maan… lu pinjem aja deh dulu…," teriak Mas penjual minuman pada temannya yang sedang melenggang menjauh demi melihat saya yang mulai memajukan bibir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 menit, 2 menit….5 menit kemudian…. Suman atau Maman atau Mandra (nggak kenalan sih..:)) datang dan membawa SATU tutup gelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mm.. Mbak, ini tutupnya cuma satu. Gimana ya?" tanya si Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhhhhh….. bukannya saya yang harus nanya??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya gimana, Mas.  Emang nggak bisa pinjam dulu kemana, kek," saya berujar sambil mengedarkan pandangan ke segala penjuru food court. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemana, mbak?" tanya si Mas lagi.  "Mau pinjam kemana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never mind, mas.  Saya sudah malas untuk menjawab dan mengingatkan dia bahwa dia berjualan di food court, dan di sekitarnya banyak juga penjual-penjual makanan dan minuman.  Atau mungkin saya yang terlalu berasumsi bahwa para penjual itu berteman?  Maka setelah mengucapkan terimakasih yang tidak ikhlas saya pun berlalu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan perasaan sebal, saya berjalan mengitari pusat perbelanjaan, dan tiba-tiba pandangan saya  tertumbuk pada toko yang menjual aneka pastries. Hmm… display-nya sungguh menggoda.  Saya menghampiri toko tersebut dan mulai memilih-milih beberapa kue kesukaan saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak, pineapple pie satu sama apple pie nya dua ya.  Berapa, mbak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi semua Rp 15.000,-, Mbak," sahut Mbak penjual pastries dari balik counter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meletakkan uang Rp 50.000 untuk membayar kue saya di atas counter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, nggak ada uang kecil aja, Mbak. Nggak ada kembali nya, nih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya nggak ada uang kecil, Mbak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, gimana ya.  Tadi uang kecil kembalian dikasih semua ke mbak-mbak yang beli sebelum mbak ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umm…apa gunanya informasi itu buat saya?? Memang saya kenal mbak-mbak itu?  Kalaupun saya kenal, apa saya diharap bisa memaklumi bahwa mereka tidak punya kembalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi gimana, dong?" tanya saya putus asa.  "Artinya saya nggak bisa beli?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak dibelakang counter hanya mengangkat bahu, yang artinya mungkin yaa… kalau mau beli, tukar dulu uang anda di warung terdekat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampun. Ini di Pusat Perbelanjaan loooh…. Pada niat nggak sih jualan????!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siang pun terasa bertambah panas………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-6173394973276298776?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/6173394973276298776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=6173394973276298776&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/6173394973276298776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/6173394973276298776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/07/niat-jualan-nggak-sih.html' title='Niat Jualan Nggak, sih?'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-7562216319285151218</id><published>2007-07-03T14:11:00.000+07:00</published><updated>2007-07-03T14:19:28.752+07:00</updated><title type='text'>Anak Jalanan</title><content type='html'>Dia seorang bocah laki-laki kecil.  Saya perkirakan umurnya sekitar tiga tahun.  Badannya kurus dan kelabu. Rambutnya merah terbakar matahari. Dia mengenakan baju kaus berwarna hijau dan celana pendek warna coklat muda.  Kakinya melangkah diatas sepasang sandal jepit kecil.  Tangan kirinya memegang sebuah gelas plastik transparan bekas kemasan air mineral, sedang tangan kanannya menggenggam ‘alat musik’ yang terbuat dari sepotong kayu kecil yang pada satu ujungnya dipakukan beberapa bekas tutup botol minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu dia berdiri di bawah sebuah traffic light.  Saya melihatnya dari balik kemudi mobil di antrian lampu merah, pada jarak tiga mobil dari traffic light. Disamping saya berhenti sebuah sepeda motor, ikut menunggu lampu berganti warna. Melihat si bocah, saat itu saya berfikir, anak sekecil itu berkeliaran sendirian di jalan, dimanakah orangtuanya? Apa mereka tidak khawatir kalau terjadi apa-apa pada anak ini? Bagaimana kalau dia tertabrak kendaraan?  Saya celingak-celinguk untuk mencari dimana kiranya orang tua si bocah.  Di pinggir jalan itu, sekitar tiga mobil di belakang saya terdapat seorang ibu muda yang sedang menggendong seorang bayi sambil memegang peralatan musik serupa.  Oke, itu dia sang ibu, begitu pikir saya.  Terpisah sekitar sepuluh meter dari anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bocah kecil berjalan ke arah saya, berhenti di kaca pengemudi setiap mobil yang dilaluinya sambil mengulurkan gelas kosong yang dipegangnya.  Saya bersiap menyambutnya dengan mengambil sekotak susu.  Belakangan ini saya berusaha untuk selalu menyediakan susu kotak, minuman buah kotak, dan snack yang bergizi di mobil saya, untuk dibagikan kepada anak-anak jalanan di lampu-lampu merah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bocah semakin mendekati saya.  Tepat saat saya hendak membuka kaca jendela mobil, tiba-tiba saya lihat dia terpeleset dan terjatuh.  Badan mungilnya terangkat dari trotoar yang lumayan tinggi dan terhempas di aspal pada celah kecil yang memisahkan trotoar dan barisan mobil.  Kepala si bocah membentur pinggiran trotoar dan mendarat tepat di depan roda depan sepeda motor di samping saya, sedang kakinya terangkat ke atas.  Jatuh tunggang langgang, mungkin begitu kata yang tepat untuk mendeskripsikannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersentak ngeri, tanpa bisa berbuat banyak.  Si pengendara motor terlihat sama kagetnya dengan saya.  Pelan-pelan si bocah bangun, dan mengambil gelas dan alat musiknya yang terlepas dari genggamannya.  Saya tahu, pasti sakit sekali rasanya jatuh seperti itu.  Tapi si bocah tidak menangis.  Tepatnya dia menahan tangis.  Saya lihat matanya berkaca-kaca, dan bibirnya agak maju dan bergetar sedikit.  Di kaki dan tangannya tampak baret-baret luka, sedang bajunya menjadi kotor karena jatuh.  Saat itu, saya juga dapat melihat jelas bahwa di keningnya terdapat bekas luka lama yang cukup lebar yang masih setengah kering, yang mungkin lebih pantas disebut koreng.  Si bocah tetap berusaha bangkit sendiri dengan gemetar dan berusaha berjalan. Kelihatan sekali dia takut untuk menangis, entah apa yang ditakuti, mungkin takut dimarahi ibunya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya panggil dia lewat jendela mobil saya, dia menoleh, berjalan sedikit mendekati saya dan menerima kotak susu yang saya ulurkan.  Bibirnya tetap gemetar, matanya tetap berair.  Tidak sepatah kata pun keluar dari bibirnya.    Lalu si bocah berjalan menjauhi saya, pelan-pelan mendekati ibunya.  Lampu berganti warna, dan saya maju pelan-pelan karena bunyi klakson dari orang-orang yang tak sabar di belakang saya.  Dari kaca spion, saya melihat bocah ini dengan takut-takut mendekati ibunya yang tidak bergerak dari tempatnya.  Perempuan itu hanya memandang si bocah saja dari jauh, dan meneriakkan sesuatu dengan galak, meskipun saya tidak bisa melihat ekspresi muka sang ibu dan tidak mendengar apa yang diteriakkannya karena saya sudah terlalu jauh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum punya anak dan saya bukan penggemar anak-anak.  Bahkan biasanya anak kecil akan menangis kalau saya gendong.  Mungkin mereka takut pada saya. Saya juga sedikit takut pada anak-anak, karena kadang saya tidak tahu saya harus bicara apa dengan mereka. Mungkin saya bukan orang yang sensitif. Namun pagi itu, saya menjadi sangat sensitif dan saya menangis di sepanjang sisa jalan menuju kantor.  Wajah si bocah kecil itu terus terbayang di benak saya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kejadian serupa terjadi pada keponakan saya, atau anak kenalan saya, yah… mungkin tidak serupa benar, karena saya berasumsi saudara dan kenalan saya tidak akan membiarkan anaknya saat berumur tiga tahun berkeliaran di lampu merah tanpa pengawasan.  Tapi,… kalau saja anak mereka jatuh seperti si bocah tadi, saya bayangkan sang anak akan segera diangkat dan di cek seluruh badan untuk memastikan apakah sang anak terluka atau tidak, kemudian dibersihkan bajunya yang kotor, dan mungkin dibujuk agar berhenti menangis, bila perlu sambil menyalahkan trotoar yang ‘nakal’.  Setelah itu mereka mungkin akan menambahkan nasehat agar sang anak lebih berhati-hati lain kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi si bocah laki-laki tadi tidak mendapatkan itu semua.  Saya sedih membayangkan bocah tadi tidak mendapatkan belaian dan usapan, yang dapat mengurangi sakit dan kagetnya.  Saya sedih membayangkan baju bocah tadi tetap kotor karena tidak ada yang membersihkannya.  Saya sedih saat membayangkan apa yang menjadi penyebab luka di keningnya.  Saya marah karena anak sekecil itu harus mencari uang.  Saya lebih marah lagi karena dalam mencari uang, keselamatan si bocah kelihatannya bukan hal yang utama, terbukti dari minimnya pengawasan sang ibu atas keberadaan anaknya yang berkeliaran di seputaran lampu jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau bocah tadi terpeleset saat lampu hijau? Dia dapat tergilas oleh kendaraan yang lewat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ibu sang bocah berpikir dia tidak punya pilihan.  Bahwa meminta-minta di jalan adalah satu-satunya yang bisa dilakukan.  Dan saya berusaha tidak menyalahkan si ibu atas pilihannya, karena saya tahu hidup itu susah dan mencari kerja itu susah.  Tapi mengajarkan dan menyuruh anak untuk ikut meminta-minta? Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya katakan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah anak-anak juga mempunyai hak asasi? Mereka mempunyai hak asasi untuk dapat menjalani kehidupan seorang anak yang‘normal’, tanpa terbebani dengan keharusan mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya.  Mereka juga mempunyai hak asasi untuk mendapat pengawasan yang cukup, karena mereka belum mampu untuk &lt;em&gt;look after &lt;/em&gt;diri mereka sendiri? Bukankah itu semua menjadi tanggung jawab orang tua? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikirkan masalah pendidikan, saya bayangkan bagaimana sang anak akan tumbuh dewasa dengan menadahkan tangannya, menganggap bahwa suatu hal yang normal untuk mengharapkan uluran dari orang. Mempunyai anak merupakan tanggung jawab yang sangat besar.  Tidak hanya sandang pangan yang menjadi urusan orang tua, tapi pendidikan dan pembangunan watak dan moral anak juga menjadi tanggung jawab orang tua.  Dan saya pesimis tanggung jawab ini dapat dipenuhi oleh ibu sang bocah, dan mungkin banyak lagi orang tua dari anak jalanan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi, mungkin keterbatasan pendidikan dan keterbatasan pilihan dan kesempatan yang menyebabkan banyak orang, termasuk ibu sang bocah, menjalani kehidupan jalanan.  Siapa yang ingin hidup di jalan dan hidup dari meminta-minta.  Siapa yang ingin kepanasan dan kehujanan.  Si bocah kecil itu pun mungkin merupakan generasi kesekian di keluarganya yang hidup di jalanan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, siapa yang salah sebenarnya? Marah saya ini harus ditujukan kepada siapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-7562216319285151218?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/7562216319285151218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=7562216319285151218&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/7562216319285151218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/7562216319285151218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/07/anak-jalanan.html' title='Anak Jalanan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-7519821963538774917</id><published>2007-05-04T11:38:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T17:28:59.862+07:00</updated><title type='text'>Gorengan</title><content type='html'>Saya sering makan gorengan. Meskipun tidak fanatik seperti salah seorang teman kantor saya yang harus menghabiskan sepiring gorengan setiap harinya &lt;em&gt;(beneran lho, sa'piring dhewe!&lt;/em&gt;), namun rasanya tidak ada hari kantor berlalu tanpa kehadiran gorengan. Orang-orang kantor saya memang mania gorengan. Biasanya menjelang sore hari, office girl/boy di kantor saya akan berkeliling ruangan mengumpulkan uang receh untuk dibelikan gorengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya tidak terlalu hobi makan gorengan, apalagi saya tahu terlalu banyak makan gorengan tidak baik untuk kesehatan. Saya tahu gorengan dapat meningkatkan kadar lemak jenuh, menaikkan kadar kolesterol, bahkan dapat mengakibatkan kanker, apalagi kalau minyak untuk menggoreng digunakan berulang-ulang. Tapi kalau gorengannya sudah didepan mata, rasanya kok susah menahan tangan ini untuk tidak mencomot. Godaan untuk ikut nimbrung besar sekali saat menyaksikan teman-teman kantor saya berlompa menghabiskan tumpukan gorengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rasanya nikmat sore-sore makan tempe goreng, bakwan goreng atau tahu isi goreng dengan cabe rawit. Apalagi ditemani segelas teh manis hangat atau kopi. Hmm..... Belum lagi kalau gorengannya tidak terlalu renyah, seperti yang saya suka. Kalau orang lain mungkin suka gorengan yang kriuk-kriuk, saya suka gorengan yang agak basah. Lebih enak. Saya pikir, kalau mau makan yang kriuk-kriuk, ngapain makan gorengan, lebih baik makan kerupuk aja. Menurut saya lhooo.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perlu perjuangan yang ekstra buat saya, ketika satu hari di minggu lalu saya memutuskan untuk mengurangi konsumsi gorengan harian saya. Hal ini saya putuskan mengingat kadar kolesterol saya yang meskipun masih wajar, namun berada pada batas paling atas definisi wajar. Perut saya yang susah kempes juga merupakan pertimbangan untuk berhenti makan gorengan. Intinya saya ingin mulai hidup sehat. Selain mulai berolahraga, minum lebih banyak air putih, dan mengurangi konsumsi kafein, mengurangi makan gorengan adalah salah satu cara yang saya pilih untuk memulai komitmen hidup sehat tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, sekuat tenaga saya tahan tangan saya untuk tidak ikut mencomot satu pun gorengan yang terhampar bak pemandangan di depan saya. Tempe-tempe yang terbalut tepung, dihiasi dengan potongan kecil daun kucai disana-sini, bakwan-bakwan yang gempal, tahu goreng yang menggiurkan dengan isi toge dan wortel yang renyah, cabe rawit hijau yang segar-segar. Mulut saya sampai asam rasanya saking inginnya. Apalagi teman-teman kantor saya mengompori saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah....satu aja nggak ngaruh kali.", begitu kata seorang teman.&lt;br /&gt;"Tau, ih. Enak banget tau.... masih hangat nih gorengannya.", sahut yang lain.&lt;br /&gt;"Hmffph...ner...pffuidyo....," kata teman saya yang lain lagi dengan mulut penuh bakwan. (Terjemahan bebasnya mungkin, "bener....rugi lo...")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bergeming. Tetap pada komitmen 'mulai hidup sehat: say no to gorengan'. Sampai saya pulang pada akhir hari, saya tidak menyentuh satu pun gorengan yang ada. Hu..hu...hu... Hebat... hebat.... begitu pikir saya. Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya pun menyelamati diri saya sendiri karena berhasil melewati hari itu tanpa makan gorengan. &lt;em&gt;One big achievement&lt;/em&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ituuuu........tidak salah kan bila sesampai dirumah saya malah menjerit histeris dan menangis pilu melihat pemandangan seperti dibawah ini di meja makan ? Apalagi karena tumpukan di gambar bawah ini adalah menu makan malam untuk konsumsi dua orang. Hiks...hiks.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__3U0yf9Pn54/Rj64hJAjrgI/AAAAAAAAAAk/yP1jZo0f6s4/s1600-h/gorengan2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061685910704467458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__3U0yf9Pn54/Rj64hJAjrgI/AAAAAAAAAAk/yP1jZo0f6s4/s400/gorengan2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So much for the 'kurangi gorengan' komitmen. :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-7519821963538774917?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/7519821963538774917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=7519821963538774917&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/7519821963538774917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/7519821963538774917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/05/gorengan.html' title='Gorengan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__3U0yf9Pn54/Rj64hJAjrgI/AAAAAAAAAAk/yP1jZo0f6s4/s72-c/gorengan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-3431144770248140625</id><published>2007-05-02T14:23:00.000+07:00</published><updated>2007-05-02T15:50:57.581+07:00</updated><title type='text'>Belajar</title><content type='html'>&lt;p&gt;Memang benar pepatah yang bilang, tuntutlah ilmu sampe ke negeri Cina, atau tuntutlah ilmu sampai ke liang kubur. Meskipun tidak harus &lt;em&gt;literally&lt;/em&gt; kita pergi ke Cina atau pergi ke kuburan untuk menuntut ilmu. Belajar itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak harus melalui pendidikan formal: duduk (dan tertidur) di kelas, (melamun dan) mendengarkan guru mendongeng, mencatat dongengan guru (&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dan&lt;/span&gt; main surat-suratan dengan kawan yang duduk satu baris di depan), kemudian siap (menyontek) untuk ujian. Melalui kehidupan sehari-hari pun kita dapat belajar. Saat berinteraksi dengan orang, kita belajar. Bahkan saat kita berpikir bahwa kita sedang hanya menjalani hidup untuk saat ini, sebenarnya kita sedang belajar untuk bisa menjalani hidup dengan lebih baik di keesokan hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar itu tidak ada habisnya. Ambil contoh saya. Dalam keabsenan saya selama tiga bulan belakangan ini, banyak hal yang saya pelajari. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan. (Jadi saya pergi bertapa tidak asal bertapa, loh). Beberapa hal baru yang saya pelajari antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Makan mangga muda dengan garam itu bukan ide baik, saat perut kita sedang lapar. Hal penting lain yang perlu diingat adalah, hindari melakukan ini terutama saat sedang traveling ala backpacker di negeri orang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Memasukkan jari kedalam botol minuman seperti teh botol yang kosong karena iseng saat sedang mengobrol juga bukan ide yang bagus. Dua sampai lima menit dari waktu kita yang sebenarnya bisa digunakan untuk melakukan hal lain yang lebih produktif harus dihabiskan untuk mengeluarkan jari kita dari botol. (pengetahuan ini sebenarnya sudah lama saya dapatkan, tapi secara tidak sadar kadang masih saya praktekan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Ikan paus can be sooooooo cute!! Di gelanggang samudra ada dua ikan paus beluga yang pinter2. (ceritanya abis dari gelanggang samudra, &lt;em&gt;*pamer mode activated*&lt;/em&gt;). I could just kiss them!! &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Holland adalah nama lain dari Netherland, dan bukan nama salah satu kota di negeri tersebut. Dan cara terbaik mengetahui hal ini bukan melalui perbincangan sok akrab dengan seseorang dari Holland, kemudian menanyakan seberapa jauh Holland dari Amsterdam. &lt;em&gt;(meskipun kata oom wiki, sebenernya kata Holland me-refer- pada hanya satu region dari Netherland. Tapi orang sering nyamain Holland dan Netherland. Tuuuuh… kan…bukan gue aja y&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;g bingung…excuse banget…Jadi Amsterdam itu di Holland yak? hehe...)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Kerupuk kulit yang saya suka itu nama lainnya adalah Jangek (kalo nulisnya bener) dan makan jangek disiram dengan kuah santan padang (itu lho, kuahnya gulai ayam atau sayur nangka yang di restoran padang) itu ueeenak tenan. Mak nyusss…. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Orang Brunei sangat mencintai pemimpin mereka, dibuktikan dengan saat iringan mobil sang Sultan lewat, seorang teman dengan excited melambai-lambaikan tangan dari pinggir jalan, dan dibalas dengan lambaian tangan pula oleh sang Sultan. Akrab, ya bo….. Hmm… disini kalau pemimpin kita yang lewat, yang melambaikan tangan itu polisi dan PM. Itu juga untuk nyuruh mobil lain supaya menepi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Shampoo dan conditioner L’oreal ternyata cocok buat saya. Ga penting banget yak? Hehe… &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Saya tampak fotogenik bila di f&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;oto dari samping kiri agak ke bawah sedikit (halah… lebih ga penting lagi yak?), hihihi…. …mmm…..tapi kalau di foto dari sisi yang lain, saya tampak foto klenik.. &lt;em&gt;*garing mode on*&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Kita bisa banyak berhemat dengan mengingat dimana kita menyimpan tiket parkir daripada setiap kali harus mengeluarkan STNK dan membayar denda karena kehilangan tiket parkir. Sekarang tinggal melaksanakannya……&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Makan toge itu mengenyangkan. Pengetahuan ini saya dapat ketika makan bersama dengan serombongan orang dengan menu yang sebagian besar mengandung seafood. Hiks….Jadilah saya hanya makan toge untuk menghindari timbulnya totol-totol tak indah yang tak diundang. Untuk menjadi kenyang, hal yang harus diperhatikan adalah kuantitas dari toge tersebut. Dalam kasus saya kemarin, kuantitas yang saya habiskan adalah dua piring. (Jelas aja kenyang!!)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Air tebu dicampur lemon itu very very tasty..... hmmm.. penghilang dahaga (dan penambah &lt;em&gt;sugar intake&lt;/em&gt; tentunya. hiks.... ayo ke gym...)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Merupakan ide yang baik untuk mengecek apakah restleting celana sudah pada lokasi seharusnya sebelum meninggalkan toilet. Mendapati murid-murid yang tersenyum sambil melirik bagian depan celana saat kita mengajar di depan kelas bukan merupakan cara yang nyaman untuk mengetahui kenyataan yang menyakitkan itu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Rasanya nyaman untuk bisa percaya dan di percaya. :) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Meng-update diri sendiri dengan segala macam informasi itu sangatlah perlu &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(lah.... itu inti dari post ini bukan?..)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;See…. Banyak kan yang bisa dipelajari dalam tiga bulan? :) Begitulah... dan saya masih terus belajar dan belajar dan belajar lagi... Gratis kok, belajar di kelas kehidupan. Halah.... &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-3431144770248140625?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/3431144770248140625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=3431144770248140625&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/3431144770248140625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/3431144770248140625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/05/belajar.html' title='Belajar'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-3352192943978254240</id><published>2007-04-30T12:33:00.000+07:00</published><updated>2007-05-01T10:10:46.263+07:00</updated><title type='text'>I'm Back!</title><content type='html'>It turns out I miss blogging…..sniff....sniff.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It has been over three months since I wrote in this blog,.. or anywhere actually. I am not sure what kept me away from writing. Perhaps the number of traveling I had to do the past three months. Or perhaps things that have been going on in my personal life the past several months. Or perhaps the lack of willingness to write on my side (fancy way to say L-A-Z-Y).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although I have to say, the last reason would probably be the most appropriate one to explain my absence. Hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyhoooow….. I just want to say I’m baaack!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not that you care, I know, but I just want to say it anyway. :) wink…wink…… *hugs to everybody*.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-3352192943978254240?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/3352192943978254240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=3352192943978254240&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/3352192943978254240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/3352192943978254240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/04/im-back.html' title='I&apos;m Back!'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116865700767375409</id><published>2007-01-13T09:50:00.000+07:00</published><updated>2007-01-13T09:56:47.686+07:00</updated><title type='text'>Pluto</title><content type='html'>Kisah dari Pluto yang sempat menuai kontroversi ternyata membuahkan sesuatu yang menarik.  Setelah dikeluarkan dari daftar planet tata surya kita, karena dianggap tidak lagi memenuhi definisi sebuah planet, kali ini Pluto mendapatkan kehormatan terpilih menjadi  &lt;a href="http://www.cnn.com/2007/US/01/07/word.of.the.year/index.html"&gt;“2006 Word of the year”&lt;/a&gt;  versi American Dialect Society.  Pluto menjadi satu &lt;em&gt;verb&lt;/em&gt; atau kata kerja baru dalam bahasa Inggris yang artinya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“to demote or devalue someone or something”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atau kurang lebih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“merendahkan nilai dari sesuatu atau seseorang”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.  Jadi saya bisa bilang begini sekarang, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Work hard and don’t let yourself get plutoed!”.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mikir-mikir, ada nggak ya kata baru dalam bahasa Indonesia yang bisa diambil dari kejadian-kejadian seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kalau ada kejadian kita pesan catering, kemudian cateringnya terlambat atau malah tidak datang, bisa nggak ya kita gambarkan dengan kata &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Maftuh Basyuni”?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  Jadi saya bisa bilang begini, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Ya ampun,  kebangetan banget, sebel deh.  Masa kemarin gue Maftuh Basyuni loh!!”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116865700767375409?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116865700767375409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116865700767375409&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116865700767375409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116865700767375409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/01/pluto.html' title='Pluto'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116842008803376723</id><published>2007-01-10T15:53:00.000+07:00</published><updated>2007-01-10T16:08:08.050+07:00</updated><title type='text'>Bahagia..........................Or Not?</title><content type='html'>Bagaimana seseorang bisa tahu apakah dia bahagia atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saat kita merasa puas dengan apa yang kita capai?&lt;br /&gt;Itukah bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saat kita tidak dalam keadaan sakit dan tidak kekurangan materi ?&lt;br /&gt;Itukah bahagia?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah saat kita bisa berada dekat dengan orang yang kita sayangi?&lt;br /&gt;Itukah bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saat semua kebutuhan dasar kita terpenuhi?&lt;br /&gt;Itukah bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana bila semua itu sudah dicapai&lt;br /&gt;Bahagiakah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya iya&lt;br /&gt;Namun kenapa masih ada satu ruang kosong di dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah aku seseorang yang tidak pernah puas?&lt;br /&gt;Ataukah ada sisa impian yang masih terkubur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah aku seorang yang pesimis&lt;br /&gt;Yang menganggap bahagia adalah kemewahan di luar jangkauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga aku tidak dapat mengenali&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah…teori semua!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia, kok……………………………………….........................................&lt;br /&gt;..........................................................................……………………………..or not?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;* From a doubtful and sarcastic mind*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116842008803376723?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116842008803376723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116842008803376723&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116842008803376723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116842008803376723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2007/01/bahagiaor-not.html' title='Bahagia..........................Or Not?'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116521906015313052</id><published>2006-12-04T13:12:00.001+07:00</published><updated>2006-12-04T16:08:18.076+07:00</updated><title type='text'>Profesor D</title><content type='html'>Sebelum ini saya pernah bercerita tentang masalah saya dengan alergi &lt;a href="http://f-la-w.blogspot.com/2006/10/muka-tebal.html"&gt;disini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/cewek-gatel.html"&gt;disini.&lt;/a&gt; Ya, alergi saya memang kerap menyerang, dan biasanya membuat saya cukup tersiksa dengan gatal dan kemunculan totol-totol tak indah di tubuh saya. Baru-baru ini, alergi saya kambuh lagi, dan sekali lagi dengan sukses membuat kulit tubuh saya menjadi penuh motif seperti dalmatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hasil konsultasi dengan dua dokter berbeda tidak membawa hasil berarti, dimana si totol-totol tetap setia menghiasi tubuh saya, akhirnya saya memutuskan untuk menemui seorang pakar alergi dan ahli imunologi, sebut saja Profesor D namanya, untuk melakukan tes alergi secara tuntas…tas…. tas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor D, (untuk alasan efisiensi, mari kita panggil beliau P.D mulai sekarang), terkenal sebagai orang yang smart, ahli dalam bidang alergi dan imunologi, sehingga pasien dari luar pulau pun datang kepadanya secara rutin setiap minggu untuk mendapatkan pengobatan. Selain terkenal sebagai ahli alergi, ibu professor ini juga terkenal sebagai pribadi unik yang ramai dan hangat, dan belakangan saya tahu, saking hangatnya, beliau juga suka memberikan "komentar”. Dengan sasakan rambut yang tinggi, dan make-up lengkap, ibu professor ini memang lebih terlihat sebagai ibu pejabat dharma wanita ketimbang terlihat seperti seorang professor yang sedang mendalami ilmu stem cells. Komentar-komentar yang diberikan sang professor ini diucapkan secara spontan dan tidak terduga, dan kadang dalam campuran bahasa indonesia-inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja komentar pertama-nya ketika saya diminta berbaring di dipan periksa untuk di ambil tekanan darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Kok kamu kurus banget sih? Sengaja atau gimana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : ??? &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;(perasaan berat saya normal-normal saja. Yah, kalau dibanding ibu prof yang agak mmm…ya mungkin saya terlihat agak kurus….)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Atau komentarnya saat memeriksa totol-totol di badan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : &lt;em&gt;(sambil membalik-balik lengan saya dan melihat dengan agak jijik)&lt;/em&gt; Kulit kamu beneran deh, nggak ada bagus-bagusnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : ……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Sudah nikah belum?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : Belum, prof..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Wah, kasihan banget nanti suami kamu kalau dapat istri yang kulitnya kayak begini. Kalau jadi pengantin nanti malu dong pas acara siraman, kulit pada totol-totol begini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : #$@!!**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan tes lengkap yang meliputi tes alergi, lab, dan rontgen, diketahui ternyata saya mengidap alergi terhadap ayam, telur, seafood, kacang dan coklat. Tentunya saya tidak bisa lagi makan makanan yang dibuat dari bahan-bahan tersebut. (Yup, sekarang saya jadi bingung, harus makan apa. Sniff…sniff..). Saat membahas hasil rontgen, ibu professor meminta saya untuk berdiri di sampingnya untuk melihat hasil rontgen dibawah lampu. Secara otomatis, saya langsung mengambil pose default saya untuk posisi-observasi-sambil-berdiri, dengan meletakkan tangan kanan saya di pinggang, ...yang ternyata menuai komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Bisa nggak tangan kamu diturunin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : Ha?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Iya, bisa nggak kamu nggak usah tolak pinggang gitu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : &lt;em&gt;(menahan malu dan menurunkan tangan sambil ngegerundel dalam hati: wadauuw..gilee….galak bener…) &lt;/em&gt;Iya, prof…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Oke, lihat paru-paru kamu. Kamu merokok ya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : Mmm…. Iya…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jawaban singkat saya tadi langsung mengundang komentar selama 10 menit non stop mengenai bahaya rokok yang sangat memerahkan telinga. Memang sih, saya tahu merokok itu berbahaya, dan memang benar apa yang di katakan ibu professor ini, sehingga saya menjadi tergugah untuk berniat berhenti (Suerrr….). Namun untuk tidak menambah luka di hati saya, mari kita lupakan bersama 10 menit yang menyakitkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah puas berkomentar, si ibu professor memberikan saya suntikan anti alergi.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;P.D : Kamu bisa sering-sering kesini kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : Bisa, prof..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Okay, karena kamu harus mendapat suntikan alergi selama 15 kali dalam sebulan ini. Datang saja kapan pun, telfon dulu bila perlu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : &lt;em&gt;(Dengan pasrah)&lt;/em&gt; Baik, prof…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Tapi kalau kamu kesini lagi, dandan dulu yah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : ???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;P.D : Iya, biar agak segar, kalau kesini lagi pakai lah bedak, terus itu alisnya dibentuk sedikit. Biar agak rapih gitu. You should take care of yourself, you know...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;Saya : **&lt;em&gt; %$#$! (sambil tiba-tiba teringat nada dari lagu ‘Hinalah Aku’ –nya Gigi )&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mau apa lagi....saya butuh bantuan profesor ini untuk bisa sembuh. Jadi ya, meskipun telah diramalkan bahwa calon suami saya nanti sangatlah malang mendapatkan saya yang berkulit totol-totol, tidak berbedak, beralis tidak rapih dan 'nakal' karena merokok, saya akan menguatkan hati untuk tetap mengunjungi ibu profesor D. Hehehe...&lt;br /&gt;Diluar keunikan dan ketajaman lidahnya, dan diluar sakit hati yang ditimbulkan olehnya, saya tetap menyimpan harapan yang besar pada profesor D ini untuk bisa membantu menyembuhkan saya dari alergi ini. Duh, prof.....sembuhin saya, dong.  Mudah-mudahan yaaaa.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116521906015313052?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116521906015313052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116521906015313052&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116521906015313052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116521906015313052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/12/profesor-d.html' title='Profesor D'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116426898540315037</id><published>2006-11-23T14:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-23T15:03:05.416+07:00</updated><title type='text'>Warna</title><content type='html'>Kupandang langit angkasa yang luas&lt;br /&gt;Biru, memutih&lt;br /&gt;Anggun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan pohon yang bergoyang tertiup angin&lt;br /&gt;Hijau, menguning&lt;br /&gt;Riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat awan yang menggumpal diatas sana&lt;br /&gt;Kelabu, menghitam&lt;br /&gt;Nestapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap tanah yang berbau segar selepas hujan&lt;br /&gt;Coklat, memerah&lt;br /&gt;Menggelora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kuresapi deretan pemandangan sebentang cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna-warna yang membedakan&lt;br /&gt;Warna-warna yang berkarakter&lt;br /&gt;Warna-warna yang memberi definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kulihat mata yang menatap balik dari dalam cermin&lt;br /&gt;Mencoba untuk melewati, melihat lebih jauh ke dalam&lt;br /&gt;Mengartikan makna di balik tatapan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah warnaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru? Hatiku, mungkin?&lt;br /&gt;Putih? Segenap harapanku, mungkin?&lt;br /&gt;Coklat? Abstraksi kesedihanku, mungkin?&lt;br /&gt;Kuning? Wujud ketenanganku, mungkin?&lt;br /&gt;Merah? Segala kemarahanku (pada dunia), mungkin?&lt;br /&gt;Hitam? Penampilan luarku, mungkin?&lt;br /&gt;Oranye? Bias ketakutanku, mungkin?&lt;br /&gt;Ungu? Bentuk kenakalanku, mungkin?&lt;br /&gt;Pink? Sedikit keanggunan yang ada padaku, mungkin?&lt;br /&gt;Hijau? Sosok keceriaanku, mungkin?&lt;br /&gt;Abu-abu? Ketidakpedulianku, mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah tidak semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah aku pribadi yang kompleks, yang baru dapat di definisikan dengan spektrum elektromagnet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin demikian, tak tahulah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu, apakah warnamu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116426898540315037?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116426898540315037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116426898540315037&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116426898540315037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116426898540315037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/11/warna.html' title='Warna'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116244784509451954</id><published>2006-11-02T13:06:00.000+07:00</published><updated>2006-11-07T11:50:29.453+07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Jalan Yang Mendewasakan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;Disclaimer: This posting is a bit long. I am in a sentimental mood and my sense of attachment is running high when writing the post. So, mind you....:) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Tol Jagorawi. Jalan tol pertama yang dibangun di Indonesia. Jalan tol yang menghubungkan kota Jakarta, Bogor dan Ciawi. Jalan yang sudah beratus-ratus kali bahkan mungkin beribu kali saya lewati. Sendiri, dengan teman, dengan teman istimewa, dengan sahabat, dengan teman istimewa yang lain, dengan keluarga, dengan teman istimewa yang lain lagi, dengan rekan kerja, dengan mantan teman-teman istimewa. Naik bis, naik mobil teman, naik mobil teman istimewa, naik mobil sendiri. Semua melewati jalan tol jagorawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya biasanya bukan orang yang sentimental, apalagi menyangkut perkara jalan. Saya pun tidak punya hubungan dengan orang PU, jasamarga ataupun kontraktor yang mungkin mempunyai kepentingan komersil terhadap kelangsungan keberadaan jalan tol jagorawi. Saya hanya seorang pengguna jalan semata. Jalan tol jagorawi pun sebenarnya tidak sesering dulu lagi saya lewati. Tetapi saya menyukai jalan tol jagorawi dan saya merasa punya keterikatan yang kuat terhadap jalan tol ini &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;(*high-sense-of-attachment mode on*).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka kelengangan jalan tol ini yang relatif tanpa macet (walau kadang macet juga, sih). Saya suka kelurusan jalan tol ini, yang nyaris tanpa belokan-belokan tajam. Saya suka pemandangan hijau di kanan kiri jalan, yang sangat berbeda dengan pemandangan kanan kiri di jalan tol-jalan tol lain. Saya suka cuaca 'gila' yang bisa saya dapati ketika melewati jalan tol ini. Hujan sangat deras bisa tiba-tiba turun di tengah jalan, namun beberapa ratus meter ke depan, hujan tiba-tiba berhenti dan tampak jalan di depan saya yang masih kering kerontang. Saya suka jalan tol jagorawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterikatan saya dengan jalan tol jagorawi sudah dimulai sejak lama. Saya besar di Jakarta walaupun bukan penduduk asli Jakarta. Saat saya dan adik-adik masih kecil, ayah kadang mengajak kami menginap di daerah puncak saat liburan tiba, dimana tentunya kami harus menggunakan jalan tol jagorawi untuk mencapai tempat liburan. Perjalanan melewati jalan tol jagorawi ketika itu terasa sangat panjang bagi saya, dan biasanya saya selalu tertidur saat baru separuh jalan terlewati. Menginjak bangku SMA, saya semakin sering melewati jalan tol jagorawi ini bersama teman-teman, untuk ‘pelesir’ ke daerah puncak. Pada masa ini, perjalanan melintasi jalan tol jagorawi pun terasa jauh lebih pendek dilalui karena biasanya saya sibuk ber-haha-hihi dengan teman-teman atau sibuk menjaga image kalau pergi dengan teman istimewa. Pada hari kelulusan SMA pun, saya dan teman-teman dengan baju seragam dicorat-coret berfoto di sepanjang jalan tol jagorawi dan menyambangi daerah puncak, sekedar untuk melampiaskan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas SMA, saya menghabiskan beberapa tahun hidup saya di kota Bogor. Jalan tol jagorawi pun menghubungkan kehidupan saya di Bogor dan di Jakarta. Bukan berarti saya punya dua kehidupan berbeda, dan bukan pula saya berkepribadian ganda. Namun kehidupan sebagai mahasiswa indekos di Bogor yang masih disupport orang tua mengharuskan saya untuk pulang ke Jakarta setiap minggunya untuk mengambil ‘jatah’. Lokasi rumah orang tua saya di daerah Jakarta Timur menjadi pertimbangan saya untuk memilih naik bis melewati jalan tol jagorawi, daripada memilih sarana transportasi umum lain seperti kereta, untuk pulang pergi Jakarta - Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus kuliah dan kembali tinggal di Jakarta, saya tetap rutin menggunakan jalan tol jagorawi untuk mengunjungi teman-teman saya. Ini berlangsung sampai saya harus meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan sekolah. Perjalanan melewati jalan tol jagorawi pun praktis berhenti, dan baru dilanjutkan beberapa tahun kemudian saat saya kembali dari sekolah dan tinggal lagi di Jakarta. Saya memulai lagi kunjungan-kunjungan ke sahabat-sahabat terbaik yang masih (ter)tinggal di Bogor, walaupun karena satu dan lain hal, kunjungan-kunjungan ini tidaklah sesering dulu. Saat ini, pekerjaan saya kadang menuntut saya untuk mengunjungi satu instansi pemerintah yang letaknya di daerah Cibinong, yang tentunya mewajibkan saya untuk memakai jalan tol jagorawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah lama menjadi pengguna jalan tol jagorawi, baru akhir-akhir ini saya menyadari betapa banyak kenangan saya di atas jalan ini &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;(*sentimental mode on*).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Saya pernah bermalam di salah satu rest area di jalan tol ini bersama seorang teman, karena sudah terlalu larut bagi kami untuk pulang ke rumah tanpa dimarahi. Jadilah kami tidak pulang sekalian. Saya pernah naik bis dari Bogor dan tertidur di bis, kemudian baru terbangun saat bis memasuki terminal Cileungsi, padahal tujuan saya adalah Jakarta. Saya pernah heboh bersama seorang teman saat naik bis Jakarta-Bogor, karena di sebelah kami duduk dua personel Base Jam yang saat itu sedang top-top nya. Pernah juga saya bertemu dengan seorang&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Exhibitionism"&gt;&lt;em&gt;exhibitionist&lt;/em&gt; &lt;/a&gt;di dalam bis di atas jalan tol jagorawi. Huekss...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga terdapat episode saya menyetir mobil sendiri sambil menangis sepanjang jalan tol jagorawi saat saya sedang down atau bila saya berselisih paham dengan teman istimewa. Atau episode dimana saya dan sahabat-sahabat saya berkendara sambil bernyanyi keras-keras sepanjang jalan. Atau episode lain dimana saya ketakutan saat berkendara malam karena sepanjang jalan saya merasa mencium bau wangi bunga yang tidak biasa. Ada juga episode sedih waktu saya melewati jalan tol ini untuk mengantar kepergian orang-orang yang saya sayangi ke tempat lain. Banyak pula sesi curhat dan diskusi antara saya dan sahabat-sahabat saya dilakukan di atas jalan tol jagorawi. Beberapa keputusan besar yang harus saya ambil sepanjang hidup saya, saya ambil setelah melalui proses pemikiran dan perenungan saat berkendara melewati ruas jalan tol jagorawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat tidak biasa bagi seorang saya &lt;em&gt;to get sentimental, especially over&lt;/em&gt; sepenggal jalan. Namun, jalan tol jagorawi memang menyimpan segudang kisah buat saya. Saya menjadi saksi atas perbedaan tarif penggunaan jalan tol jasamarga dulu dan sekarang (meskipun terus naik, tapi saya rela, kok). Sepenggal jalan tol ini juga merupakan saksi atas perjalanan kedewasaan saya. Saya pun berharap jalan tol ini masih akan menjadi saksi bagi episode-episode kehidupan saya di masa datang &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;(*Alert!! Sentimental mood is running high!*)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; . Saya suka jalan tol jagorawi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116244784509451954?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116244784509451954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116244784509451954&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116244784509451954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116244784509451954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/11/sepenggal-jalan-yang-mendewasakan.html' title='Sepenggal Jalan Yang Mendewasakan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116132747735026860</id><published>2006-10-20T13:27:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T10:43:56.256+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/ketupat-731674.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 127px; CURSOR: hand; HEIGHT: 159px" height="228" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/320/ketupat-731674.jpg" width="178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Selamat Idul Fitri 1427 H&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Minal Aidin Wal Faidzin&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;em&gt;Mohon Maaf&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Lahir dan Bathin&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Mohon maaf bila selama ini ada kata-kata yang kurang berkenan. Selamat makan ketupat yaaah....!! &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;*maaf ya, untuk yang tahun ini tidak bisa makan ketupat. ;)*&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Image taken from http://nomadlife.org/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116132747735026860?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116132747735026860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116132747735026860&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116132747735026860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116132747735026860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/10/selamat-idul-fitri-1427-h-minal-aidin.html' title=''/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-116107844749374499</id><published>2006-10-17T16:43:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T13:14:56.206+07:00</updated><title type='text'>Blue Note</title><content type='html'>"Blue Note"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Jonathan (J.P.) Marsch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am Blue. I don’t garner a great deal of respect. I am the color of melancholy, sadness, and despair. I am the color of emptiness and the color of an abyss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wish I had more respect. When someone is depressed and low, that person isn’t brown or gray, they’re "blue". It would make sense to anyone living in Northern climates in January to feel gray, but when you are down and out, you are just "blue."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labeled as downtrodden and lonely, I’m not even important enough for a stoplight. Other colors seem to have a leg up on me. Red has elements of danger (a bullfighter’s cape, the button to launch a missile, abrupt octagonal signs) and sexuality (seamy Red Light Districts, ravishing formal dresses, and that flushed feeling after the ideal embrace). Orange claims its own citrus fruit and corners the market on blazing sunsets. Green gets to put its arms around all the earth’s plants while also being everyone’s eco-friend. Even Yellow, the color of cowardice, lays claim to the radiant sun, daffodils, and even colby cheese. What about Blue? What do I get? I keep the very unsexy trio of hypothermia, the K-Mart Blue Light Special, and the laughable "Blue Lagoon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But things are not as dire as the lyrics of my musical genre would lead one to believe. I am worthy enough for many of the world’s flags, and dazzling enough to impress early civilizations through tiles of lapis lazuli. I can also boast my own berry, and possess a delicious premium wheat beer (Blue Moon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I helped heighten the world of painting and popular culture. Picasso would have been a Spanish also-ran without his "Blue Phase," and Van Gogh’s "Starry Night" would not have been five-star quality without me. I also helped teach millions of 1980s American children the differences of good and evil through my colony of engaging Smurfs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lastly, one only has to look up to see my influential grandeur. My skies stave off those dour inklings of depression and provide spectacular views of cities and mountains. When the mundane grays of the heavens are replaced with my powerful hues, I allow the suns rays to help crops to grow, and help you get that tan you need for your wedding or prom. I ebb and flow with the tide, keeping things in perspective while the other primary and secondary colors wash up ashore like stale driftwood. Whatever tragedy or disaster may happen tomorrow, I will bring countless smiles to others who wake up and see my shades of periwinkle and azure when they look skyward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am Blue.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-116107844749374499?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/116107844749374499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=116107844749374499&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116107844749374499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/116107844749374499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/10/blue-note.html' title='Blue Note'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115976652795188360</id><published>2006-10-02T12:13:00.000+07:00</published><updated>2006-10-13T10:48:10.493+07:00</updated><title type='text'>Muka Tebal</title><content type='html'>Setelah pensiun selama beberapa saat, kemarin ini saya kembali menjadi &lt;a href="http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/cewek-gatel.html"&gt;cewek gatel&lt;/a&gt;. 'Ndak tahu lah sebabnya apa. Yang jelas kali ini muka saya yang jadi korban. Kegatelan saya kali ini diiringi dengan kehadiran bentol-bentol merah yg secara gotong royong menutupi permukaan muka saya, menjadikannya terlihat tebal. Menyedihkan memang. Namun, meski berhubungan,  inti postingan kali ini tidak hanya pada muka saya yang gatal dan menebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalinya saya menjadi &lt;a href="http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/cewek-gatel.html"&gt;cewek gatel &lt;/a&gt;diawali pada pagi hari saat saya baru bangun tidur. Merasakan ada yang lain di wajah saya, saya bergegas menuju cermin dan bertanya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Mirror...mirror on the wall....siapa yang paling cantik sedunia?".....&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ups... salah, dan bercermin maksudnya. Setelah melihat kondisi wajah pagi itu, saya dengan kalap segera menenggak dua butir tablet &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Claritin"&gt;Claritin&lt;/a&gt; (sebelum ditanya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Kok gak puasa sih?",&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; saya jawab dulu bahwa pas banget saya sedang tidak puasa), yang memang setia disamping saya. Tak lama, serangan gatal dan bengkak yang terjadi pun berkurang drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini, sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah bagi saya untuk masuk kantor. Paling saya harus tahan malu sedikit karena ketebalan muka saya agak berbeda dari ukuran normal, dan saya tinggal berbekal claritin lagi kalau gatalnya kembali timbul. Tapi saya memutuskan untuk &lt;em&gt;take advantage&lt;/em&gt; dari kondisi saya itu. Saya malah menelfon atasan saya dan memberitahukan bahwa hari itu saya tidak bisa masuk kantor karena alergi saya kumat. Tak lupa saya sampaikan bahwa saya akan pergi ke dokter sebentar, tapi sisa hari akan saya habiskan dirumah untuk beristirahat, namun saya akan &lt;em&gt;stand by&lt;/em&gt; terus, sehingga kalau ada apa-apa di kantor saya bisa dihubungi dirumah. Satu niat yang mulia dari seorang pegawai malas yang ingin tetap kelihatan produktif. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun bergulir di pagi itu. Ternyata hari itu dokter kulit langganan saya sedang libur, jadi rencana saya ke dokter tidak bisa dilaksanakan. Si mbak di rumah menghampiri saya dengan pemberitahuan bahwa pagi itu akan diadakan penyemprotan nyamuk demam berdarah masal di kompleks saya. Membayangkan bau semprotan saja sudah membuat saya mual, sehingga akhirnya saya memutuskan untuk segera mandi dan minggat dari rumah. &lt;em&gt;Just in time&lt;/em&gt;, karena begitu membuka pagar rumah, sudah tampak satu pasukan petugas berseragam menggunakan masker yang memanggul &lt;em&gt;container&lt;/em&gt; berisi obat, dan membawa semprotan berukuran jumbo di ujung jalan rumah saya. Huaaaaa....... Saya langsung membayangkan pasukan tadi, dengan &lt;em&gt;weapon-like&lt;/em&gt; semprotan di tangan, mendekati rumah saya dalam &lt;em&gt;slow motion&lt;/em&gt; dengan iringan lagu &lt;strong&gt;"Who ya gonna call?",&lt;/strong&gt; yang disetel keras, sementara saya dan tetangga-tetangga saya berdiri di pinggir jalan mengelu-ngelukan kedatangan mereka sambil berteriak, &lt;strong&gt;"Ghostbusters!"&lt;/strong&gt; . &lt;em&gt;Halah&lt;/em&gt;..... kebanyakan nonton film..... oke, &lt;em&gt;back to the story&lt;/em&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu harus kemana, saya pun menuju kediaman adik saya di daerah Kelapa Gading. Niat saya masih mulia, yaitu untuk menumpang mengistirahatkan muka saya. Ternyata, adik saya sudah punya rencana untuk bertemu seseorang di Pondok Indah Mall. Tidak mau ditinggal sendirian dirumahnya, akhirnya saya memutuskan untuk menemani adik saya pergi. Saya pikir, yah...tidak apa-apalah saya jalan-jalan sedikit, anggap saja ini libur &lt;em&gt;in disguise&lt;/em&gt;. Jadilah kami meluncur ke Pondok Indah. Setiba di mall, orang yang ditunggu adik saya belum datang, sehingga kami memutuskan untuk masuk ke satu toko buku di mall tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat itu, hidup saya masih damai sentosa. Saat sibuk melihat-lihat buku, mata saya menangkap sesosok anak kecil yang menarik perhatian saya. Saya coba perhatikan dia lebih teliti karena &lt;em&gt;he looks very familiar&lt;/em&gt;. Anak kecil ini melihat saya yang sedang memperhatikannya, lalu dia tersenyum, dan saat itulah saya tersadar. Mata saya membesar dan tangan saya naik menutupi mulut saya yang hampir menjerit, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Huaaa..... itu kan Beno, anak bos gue.....!!".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Gawaat...gawaaat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil celingak-celinguk, saya hampiri anak kecil ini dan bertanya dengan harap-harap cemas. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Ben....beno... kok kamu ada disini. Sama siapa?".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Beno hanya tersenyum malu-malu sambil memainkan mobil-mobilan yang dipegangnya. Saya ulang kembali pertanyaan saya, dan tiba-tiba, dari belakang saya terdengar suara, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Loh, fit.... kamu kok gak di kantor?".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati saya membalikkan badan untuk menghadapi istri dari atasan saya. Hiks..... Tidak tahu harus berkata apa, saya berikan senyum kecut saya yang terbaik untuk ibu bos ini dan berkata........eng..ing..eng...: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Eh, mbak.... iya nih, mbak.... eh, eh... mbak... liat deh muka saya jadi begini." &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heh?? &lt;em&gt;Surely, I could have come up with a better answer&lt;/em&gt;, tapi kok saat itu yang kepikiran adalah memamerkan wajah tebal saya yang sedang dilanda kegatelan. Saya sedikit mengharapkan ada sedikit 'pengertian' dari ibu bos ini, tapi yang saya dapat adalah ekspresi bengong dan bingung dari beliau, meskipun akhirnya dia bertanya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Kok mukanya jadi begitu, fit?".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan-percakapan yang terjadi selanjutnya saya tidak begitu ingat. Yang saya tahu saya dilanda rasa tertangkap basah, rasa malu, dan rasa bersalah yang dalam sehingga saya tidak tahu lagi harus berkata apa. Saya membayangkan ibu bos ini akan bercerita ke suaminya bahwa dia bertemu saya, dan bos saya akan heran kenapa saya berada di mall padahal saya sudah berkata bahwa saya akan beristirahat di rumah. Hehehe..... &lt;em&gt;ke-gap&lt;/em&gt;, ih.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih malunya, keesokan harinya adalah acara berbuka bersama di kantor, dan si ibu bos datang lagi. Dengan santainya dia bercerita di depan khalayak ramai, "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iya nih, kemarin saya ketemu fitri di mall. Ternyata kemarin itu kamu bolos ya, fit. Wah, ketahuan deh. Katanya sakit. Makanya, fit, kalo bolos, jangan main ke daerah yang ramai"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang tentu saja langsung disambut dengan tawa histeris dari teman-teman kantor saya, termasuk atasan saya. Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain mengaktifkan &lt;em&gt;muka-tebal-mode&lt;/em&gt; saya, sambil nyengir lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekipun malu (serta dengan muka masih tebal dan gatal), saya belajar sesuatu yang berharga dari kejadian ini. Nasehat bijak dari sang ibu bos saya pikir adalah sangat benar, sehingga saya lekatkan kuat-kuat di kepala saya, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. &lt;strong&gt;Kalau bolos kerja, janganlah main ke daerah yang ramai!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muka saya sudah berkurang kegatelannya sekarang, meskipun ketebalannya masih di atas normal sedikit. &lt;em&gt;So, you can no longer call me&lt;/em&gt; cewek gatel, &lt;em&gt;now&lt;/em&gt;. Yippiii!!...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115976652795188360?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115976652795188360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115976652795188360&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115976652795188360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115976652795188360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/10/muka-tebal.html' title='Muka Tebal'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115959345725790355</id><published>2006-09-30T12:09:00.000+07:00</published><updated>2006-10-11T10:24:40.596+07:00</updated><title type='text'>Cerita Pohon</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/b3_manjat2.0.png"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 139px; CURSOR: hand; HEIGHT: 184px" height="249" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/320/b3_manjat2.0.png" width="198" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Angka di depan itu berubah. Kusempatkan diri menengok ke belakang, ketempat angka itu belum berubah. Aku melihat sesosok pohon kecil yang belum terlalu tinggi. Pohon kecil yang masih jauh dari gapaian langit. Pohon kecil yang masih melengkung saat terkena terpaan angin dan hujan. Kutengok lebih jauh ke belakang, ke tempat angka itu belum berubah. Aku melihat pancang yang menjadi cikal bakal pohon ini. Pancang yang mencoba menanamkan akarnya agar dapat berdiri tegak. Pancang yang telah meneteskan banyak dedaunan, yang ternyata menyuburkan tanah di sekitarnya, membentuknya menjadi sesosok pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat angka di depan itu berubah, semoga pohon kecil ini akan terus bertambah tinggi, seiring keinginannya untuk menyentuh langit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115959345725790355?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115959345725790355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115959345725790355&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115959345725790355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115959345725790355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/09/cerita-pohon.html' title='Cerita Pohon'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115950097406824443</id><published>2006-09-29T10:28:00.000+07:00</published><updated>2006-09-29T19:44:55.193+07:00</updated><title type='text'>...</title><content type='html'>Nanana.....been slacking off.......dududu........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115950097406824443?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115950097406824443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115950097406824443&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115950097406824443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115950097406824443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/09/blog-post_29.html' title='...'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115881806707713983</id><published>2006-09-21T12:49:00.000+07:00</published><updated>2006-09-25T16:52:27.630+07:00</updated><title type='text'>Backup Plan</title><content type='html'>Hehe… padahal baru minta maaf. Tapi kan, belum masuk bulan puasa yah… jadi '&lt;em&gt;ngegosip&lt;/em&gt; dulu ah sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah &lt;em&gt;nggak &lt;/em&gt;sih dijadikan backup plan oleh seseorang? Saya baru saja mengalaminya kemarin. Ceritanya, saat sedang bekerja, tiba-tiba di komputer saya &lt;em&gt;nongol&lt;/em&gt; sebuah jendela kecil berisi sapaan ramah dari seorang kawan lama yang (juga) sudah lama tidak bertemu . Setelah menanyakan kabar masing-masing dan masing-masing mengatakan kalau kabarnya baik (basa-basi, ih…), si kawan ini bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan&lt;/strong&gt; : Eh, lu mau nggak nonton konser Twilite Orchestra hari Jumat ini di Balai sidang? Gue udah beli dua tiket, buat gue sama adek gue, tapi adik gue lagi ke Malaysia. Lu mau kan nemenin gue nonton?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(kaget sebentar)&lt;/em&gt; Heh? Nonton? Konser siapa tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan :&lt;/strong&gt; Konser Twilite Orchestra, itu lho, Adie MS. Mereka biasa bawain musik klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; oooh… Twilite Orchestra yang itu. Hmm… menarik juga ya. Tapi gue &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; ngerti musik klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan :&lt;/strong&gt; Ah, masa pemusik &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; suka musik klasik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; Wakakak… lagian, siapa yang pemusik. Gue jarang banget, hampir &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; pernah malah dengerin musik klasik. Emang lu suka ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan :&lt;/strong&gt; Iya, asyik lagi. Musik klasik kan membantu mengaktifkan bagian kanan otak, menstimulasi proses berfikir.. bla.. bla… Daripada musik-nya Ada band, ungu, peterpan, yang bla..bla.... (maap, saya lupa lengkapnya dan tepatnya dia &lt;em&gt;ngomong&lt;/em&gt; apa… hehe.. tapi &lt;em&gt;you get the idea, kan? :D &lt;/em&gt;…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(sambil manggut-manggut)&lt;/em&gt; Iya sih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan :&lt;/strong&gt; Iya. Di konser ini Twilite Orchestra bakal ngebawain lagu-lagu soundtrack film gitu, fit. Nih, link-nya kalau mau tahu tentang konser Jumat ini &lt;a href="http://www.rajakarcis.com/"&gt;http://www.rajakarcis.com/&lt;/a&gt;. Gue mesen tempat di depan, loh. Mau ya ikut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; Oya? &lt;em&gt;(sambil membaca link yang diberikan dan mikir-mikir).&lt;/em&gt; Hmm...gimana ya, hmm... menarik sih kayaknya. Hmm...Oke deh, boleh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan :&lt;/strong&gt; Oke deh. Nanti gue tanya adek gue yang lagi di Malaysia dulu ya. Kalau ternyata memang dia nggak jadi Jumat ini, lu temenin gue yah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;(Gubraaaaaaak)&lt;/em&gt; Hah??? Jadi adik lu belum pasti nggak jadi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kawan :&lt;/strong&gt; Belum tentu sih. Mungkin dia bakal pulang dari Malaysia Jumat pagi &lt;em&gt;(atau Jumat siang atau Kamis sore, kurang penting jadi saya nggak ingat, pokoknya sebelum konser deh).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya :&lt;/strong&gt; Huaaaaa....lu kok belum pasti gitu udah ngajak-ngajak orang, sih! Maksudnyaaaah??? &lt;em&gt;(Halaah.... ternyata gue jadi backup plan. hiks ....hiks...kasian deh lu, fit!) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Begitulah nasib saya dijadikan backup plan oleh si kawan ini. Saya jadi tidak habis pikir. Kok bisa? hahaha..... Prediksi saya adalah bahwa adik si kawan ini &lt;strong&gt;pasti &lt;/strong&gt;akan pulang sebelum konser. Males banget kan, dijadiin cadangan. Mendingan &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; saja deh. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Note:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sekarang saya tahu perasaan para pemain cadangan yang duduk di pinggir lapangan saat pertandingan bola. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benar dugaan saya. &lt;em&gt;Later that night,&lt;/em&gt; si kawan menelfon saya dan bilang begini, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"fit, tadi gue nelfon adik gue. Trus katanya dia udah pasti bakal balik sebelum konser itu. Jadi, kayanya gue sama adik gue aja. Nggak pa pa ya?".&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Hehehehe..... ya nggak apa-apa lah..... &lt;em&gt;wong&lt;/em&gt; sudah diduga sebelumnya. Saya &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; kaget, kok. Tapi yang membuat saya kaget adalah apa yang dikatakan si kawan selanjutnya, &lt;em&gt;"&lt;strong&gt;Oya, fit. Selamat ulang tahun, ya."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Heh? Siapa yang ulang tahun?? huahaha......&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya sadar si kawan mungkin membaca post ini. :) &lt;em&gt;Nggak&lt;/em&gt; apa-apa ya, kawan, perbincangan kita saya tulis disini. Lagian sih, dirimu aneh. Hehehe.... &lt;em&gt;peace&lt;/em&gt;, ah. Maaf lahir batin ya, kawan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115881806707713983?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115881806707713983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115881806707713983&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115881806707713983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115881806707713983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/09/backup-plan.html' title='Backup Plan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115874693818232816</id><published>2006-09-20T16:39:00.000+07:00</published><updated>2006-09-25T09:04:00.426+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Ramadhan</title><content type='html'>Bentar lagi puasa, euy….. ga kerasa.  Hmm… mudah-mudahanan dengan momen puasa ini gue bisa ningkatin level keimanan gue yang gak terlalu tinggi ini.  Semoga gue bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan bisa menjadi salah satu orang yang dapat mencapai kemenangan di akhir bulan nanti.  Gue pingin lebih rajin sholat tarawih dibandingkan tahun lalu, dan semoga lebih banyak kegiatan pengajian yang gue datengin.  Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban Ya Ramadhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir batin. Semoga dibukakan pintu rahmat bagi kita di bulan yang mulia ini.  &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115874693818232816?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115874693818232816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115874693818232816&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115874693818232816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115874693818232816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/09/selamat-datang-ramadhan.html' title='Selamat Datang Ramadhan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115866240731689755</id><published>2006-09-19T17:05:00.000+07:00</published><updated>2006-09-25T08:39:54.140+07:00</updated><title type='text'>Comfort Zone</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/behind_bars_.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="139" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/200/behind_bars_.jpg" width="126" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; When you have been in a &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Comfort_zone"&gt;comfort zone &lt;/a&gt;for too long, it could be difficult to embark on new and greater challenges. The older we get, the stronger the boundaries of the zone get, and the more difficult for us to break it. Usually, it takes an enormous effort to get out of a comfort zone. Yet, if you want to advance yourself, sometimes you just have to do it. You need to get out of your comfort zone, simply for the better you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(But do I really need to? A question whose answer is still blurry for me)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;I’m about to leave my comfort zone, people. So, wish me luck!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Image taken from www.splcenter.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115866240731689755?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115866240731689755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115866240731689755&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115866240731689755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115866240731689755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/09/comfort-zone.html' title='Comfort Zone'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115803484195892181</id><published>2006-09-12T09:30:00.000+07:00</published><updated>2006-09-25T08:53:53.553+07:00</updated><title type='text'>'Ndul</title><content type='html'>Dulu kamu selalu menangis bila kalah dalam permainan&lt;br /&gt;Dan bisa dipastikan kamu selalu kalah&lt;br /&gt;Dulu kamu ingin memakai baju yang mirip denganku&lt;br /&gt;Dan bisa dipastikan aku sebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kamu menangis saat jatuh di kolam kecil setelah pelajaran berenang kita&lt;br /&gt;Dan aku yang mengangkatmu dan mengeringkanmu&lt;br /&gt;Dulu kamu sering tidak mengungkapkan apa yang kamu rasakan&lt;br /&gt;Dan aku akan bertingkah semauku karenanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kamu sangat pemalu&lt;br /&gt;Dan ibu kita membagikan permen agar anak-anak lain mau berteman denganmu&lt;br /&gt;Dulu kamu pernah merasa kalau kamu dibandingkan dengan aku&lt;br /&gt;Dan kamu merasa kalah hebat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, adikku&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu&lt;br /&gt;Lihatlah kamu sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kamu tak lagi menangis bila kalah bermain&lt;br /&gt;Dan ceria pun kamu bawa dalam permainan kata-kata gombal andalanmu&lt;br /&gt;Sekarang aku tak lagi sebal bila bajumu mirip denganku&lt;br /&gt;Dan aku kadang memakai baju pinjaman darimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku akan datang kepadamu dengan segudang kisah&lt;br /&gt;Dan kamu yang mengeringkan airmataku&lt;br /&gt;Sekarang kamu selalu mengatakan apa yang kamu pikirkan&lt;br /&gt;Dan kamu dengan mudah mengungkapkannya dalam bahasa bangsa lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang jaringan teman-mu ada di setiap sudut&lt;br /&gt;Dan kamu membagikan permen dan banyak lagi kepada yang membutuhkan&lt;br /&gt;Sekarang kamu selalu tertawa riang&lt;br /&gt;Dan menularkan tawamu pada orang disekitarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, adikku&lt;br /&gt;Mungkin kamu tidak tahu kalau sejak dulu aku diam-diam mengagumimu&lt;br /&gt;Karena kamu jelas lebih hebat dari aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini telah kamu temukan Pangeran Impian&lt;br /&gt;Yang akan menjagamu hingga akhir hidup&lt;br /&gt;Menjemput bahagia dan menyongsong yang terbaik&lt;br /&gt;Hanya itu yang selalu kumohonkan bagimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Untuk adikku dan sahabatku: Vita, I love you!  Selamat ya, Ndul!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115803484195892181?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115803484195892181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115803484195892181&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115803484195892181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115803484195892181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/09/ndul.html' title='&apos;Ndul'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115553988095355046</id><published>2006-08-14T14:01:00.000+07:00</published><updated>2006-09-01T10:21:23.803+07:00</updated><title type='text'>Ringtone..oh..ringtone...</title><content type='html'>Pernah nggak sih ngerasa terganggu dengan ring tone hp orang? Saya kok kadang merasa terganggu ya. Ndak tahu kenapa, saya kok nggak merasa tertarik menggunakan lagu-lagu ‘asik’ atau lagu yang ‘sedang trend’ atau suara-suara aneh untuk dijadikan ring tone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kerja saya yang duduknya pas di sebelah meja saya menggunakan ring tone lagu Peter Pan yang judulnya ‘Tak bisakah’ untuk hp-nya. Saya sering terlompat kaget di meja saya karena tanpa peringatan, tiba-tiba si Ariel berteriak kencang dengan volume keras disetel pada hp dengan speaker yang sember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;“Tak bisakah kau menungguku…….hingga nanti tetap menunggu….!!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt; Tak bisakah kau menantiku…..hingga nanti tetap menanti….!!!”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ouch......sakit kuping.....!! Tak bisakah kau mengganti ring tone-mu, teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga saya mengajar satu rombongan staf dari sebuah instansi pemerintah, dimana kebetulan salah satu peserta training berbadan besar, tegap, bertampang garang dan jarang tersenyum. Dia juga kerap menanyakan pertanyaan-pertanyaan sulit pada saya. Pokoke…..image saya terhadap dia adalah orang yang ‘keras’. Saat mengajar mereka, saya agak surprise karena tiba-tiba intro lagu Britney Spears ‘Baby one more time’ membahana di ruang kelas (nggak usah nanya kenapa orang Indonesia saat meeting atau training tetap menyalakan hp. &lt;em&gt;Unfortunately, they just do&lt;/em&gt;). Suara Britney yang sok seksi dan kenes itu pun menggelegar di dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;“Oh…baby….baby….how was I supposed to know….Oh, Baby….hit me one more time…..”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak surprise karena tidak terlalu sering mendengar lagu tersebut digunakan sebagai ring tone, dan lebih surprise lagi ternyata hp yang berbunyi adalah kepunyaan si tampang sangar. Gak matching banget ah, tampang dengan selera musiknya...hehe... &lt;em&gt;and btw, Britney, Can I please hit you, my dear?....&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kantor saya yang lain, dulu pernah (sekarang sudah diganti, syukur deh) menggunakan ring tone dengan suara 'bip bip'. Gak ada yang aneh dengan ring tone ini, kalau saja ring tone tadi tidak di set untuk bertambah nyaring untuk setiap suara 'bip bip' yang keluar, sampai panggilan telfon dijawab. Masalahnya, teman saya tadi sering keluar dari ruangan dan dia lebih sering meninggalkan hp di mejanya daripada membawanya. Hasilnya adalah setiap hp teman saya berbunyi, saya harus meringis ngilu mendengarkan suara 'bip bip' yang semakin lama semakin kedengaran seperti suara alarm kebakaran.  &lt;span style="font-size:78%;"&gt;'bip bip'&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-size:85%;"&gt;'bip bip'&lt;/span&gt;, 'bip bip', &lt;span style="font-size:130%;"&gt;'bip bip'&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt; 'bip bip', &lt;span style="font-size:180%;"&gt;'bip bip'&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaarghh...earplug....earplug.....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain individu, lain lagi ringtone yang digunakan. Seorang sahabat, sebut saja namanya Okim, menggunakan rekaman suara  seseorang (yang dibuat dengan niat) sedang memanggil namanya. Jadi bila ada yang menelfon dia, hp-nya akan berbunyi, &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;"Okim..okim...okim...okim...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;",&lt;/strong&gt; begitu terus sampai panggilan dijawab. Bisa dipahami bahwa bila hp sahabat saya ini berbunyi di tempat umum, saya dengan malu akan berpura-pura tidak mengenal dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Please, dech....!! :) :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih ring &lt;em&gt;tone is all about taste&lt;/em&gt;. Tujuan menggunakan ring tone itu kan &lt;em&gt;to personalize your hp&lt;/em&gt;, sebagai salah satu sarana identifikasi diri.  Meskipun saya nggak habis pikir kenapa ada orang yang ingin di identifikasikan dengan suara kokok ayam (seperti ayah saya misalnya) atau suara nyamuk (yang ini murid saya yang lain).  Atau mungkin juga taste saya untuk ring tone yang terlalu biasa-biasa saja, sehingga telinga saya agak 'sensitif' kalau mendengar suara-suara aneh atau lagu pop yang 'dipaksa' keluar dari speaker hp yang sember. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya apa sih? hehehe.....mungkin kesimpulannya adalah saya punya level ke-nggak enak-an yang cukup tinggi, karena saya merasa belum tentu orang disekitar kita, yang bakal ikutan mendengar ring tone kita, menyukai lagu-lagu yang kita anggap ‘cool’ atau suara-suara aneh. Karena itu saya memilih ring tone yang conventional, 'adem', dan netral. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi saya sadar bahwa &lt;em&gt;ring tone is all about taste&lt;/em&gt;.  Sangatlah wajar kalau taste orang lain berbeda dengan saya.  Belum tentu orang lain punya persepsi ' ring tone netral' yang sama dengan saya.  Jadi yah kalau ring tone saya &lt;em&gt;irritating for some people&lt;/em&gt;, mohon dibukakan pintu maaf...:).  Saya pun berusaha 'memahami' ring tone yang berada diluar jalur 'netral' saya.  Itung-itung praktek tepa selira skala kecil. Bukankah begitu? :) :) :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115553988095355046?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115553988095355046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115553988095355046&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115553988095355046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115553988095355046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/08/ringtoneohringtone.html' title='Ringtone..oh..ringtone...'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115458034737109918</id><published>2006-08-03T11:30:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T12:49:06.096+07:00</updated><title type='text'>Good Deeds Come in Small Packages</title><content type='html'>&lt;span style="color:#999999;"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Jumat malam di satu pusat perbelanjaan, saya menyadari bahwa saya kehilangan dompet kecil berisi stnk. Dompet kecil ini biasanya &lt;em&gt;nyantol&lt;/em&gt; bersama-sama dengan geng-nya: kunci Flazz, alarm dan gantungan kunci Tigger, yang semuanya masih ada. Saya pun panik. Pelataran parkir saya telusuri, namun hasilnya nihil. Si dompet tetap lenyap tak berbekas. Seorang teman yang sedang bersama saya mengatakan, &lt;strong&gt;“Mungkin emang ketinggalan di rumah. Coba ntar lu cari lagi di rumah.”&lt;/strong&gt; Masuk akal, saya pikir. Saya tidak ingat &lt;em&gt;(no surprise there, huh?)&lt;/em&gt; apakah saat Jumat pagi si dompet masih ikutan &lt;em&gt;nyantol &lt;/em&gt;bersama geng-nya. Sampai di rumah, saya bongkar semua laci, menunggingkan semua tas yang biasa saya pakai, membalikkan baju-baju di lemari, bahkan membuka kulkas. Tetapi ternyata si dompet tidak ada di mana-mana. Saya langsung lemas membayangkan harus membuat stnk baru. Terbayang jauhnya Daan Mogot, ribetnya prosedur yang harus saya lalui, dan pastinya biaya yang harus dikeluarkan. Tapi, apa mau dikata.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Sabtu siang, saya sedang bersiap di rumah untuk berangkat ke Polsek guna mebuat surat hilang stnk saat dua orang tak di kenal datang mengendarai motor mencari saya. Ternyata, mereka membawa stnk saya!!! Wow…!! Mereka menemukan dompet kecil itu, lalu membaca nama dan alamat yang tertera di stnk, dan kemudian memutuskan untuk mengantarkan dompet tadi ke alamat tersebut. &lt;em&gt;I was just speechless&lt;/em&gt;……dalam hati saya berkata, &lt;strong&gt;“Hari gini di Jakarta….masih ada ya orang baik… “&lt;/strong&gt;. Tapi saya kaget juga waktu Pak Slamet, penemu dompet saya ini bilang, &lt;strong&gt;“Iya mbak, tadinya udah mau cari alamat sini dari hari Rabu kemarin, tapi baru sempet sekarang.&lt;/strong&gt;” Hah? Kalau gitu dompet ini hilangnya udah rada lama ya, saya saja yang tidak sadar. Hehehe…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin malam, saya turun dari kantor menuju Flazz di area parkir. Saat sedang memanaskan Flazz, tiba-tiba saya dikagetkan oleh seseorang yang mengetuk-ngetuk kaca samping. Saya menurunkan jendela, dan orang itu berkata, &lt;strong&gt;“Maaf, mbak….tadi saya parkir di sebelah mobil mbak. Pas keluar, pintu mobil saya nggak sengaja kena kaca spion mbak. Spion mbak jadinya baret.”&lt;/strong&gt; Kaget, saya pun turun untuk mengecek spion saya. Ternyata, memang bener ada sedikit baret di belakang spion kiri saya. Tapi baret keciiiiill…….aduh….&lt;em&gt;not a big deal banget&lt;/em&gt;……Hari gini, di Jakarta pula, mobil baret-baret sedikit sudah biasa bukan? Tapi &lt;em&gt;I swear&lt;/em&gt;, orang itu kelihatan menyesal sekali, berulang-ulang dia minta maaf. Dia pun menawarkan untuk membayar biaya claim asuransi kalau saya berminat untuk memperbaiki baret itu. &lt;em&gt;Adding to the surprise&lt;/em&gt;, ternyata kejadian pintu mobil dia mengenai spion saya itu terjadi saat sore menjelang maghrib, namun saat itu waktu sudah menunjukkan beberapa menit menjelang pukul delapan. Jadi selama itu ternyata Yosi, demikian nama orang itu, menunggu saya, si pemilik mobil yang belum dia kenal, pulang. Hiks….Kan bisa saja saya pulang jam sepuluh. Sekali lagi saya berkata dalam hati, &lt;strong&gt;“Hari gini di Jakarta….ternyata masih ada orang yang baik dan tulus.”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dada saya terasa sedikit sesak, seakan baru tersadar bahwa saya tidak boleh apatis. Memang benar, di dunia ini banyak orang-orang yang tidak peduli dengan orang lain, bahkan tidak peduli kalau apa yang dilakukannya merugikan orang lain. Namun selama masih ada orang yang peduli, masih ada orang yang tulus, meskipun sedikit jumlahnya, hidup dapat terasa jauh lebih indah. Saya menjadi bertanya-tanya sendiri, apakah saya sudah menjadi bagian dari jumlah yang sedikit itu. Mudah-mudahan demikian. Rasanya saya harus selalu ingat bahwa &lt;em&gt;a small thing we do might make someone's day.&lt;/em&gt; Mata saya pun bertambah panas saat saya mengulurkan karcis parkir pada petugas dan mendengar dia berkata, &lt;strong&gt;“Terimakasih, Mbak. Selamat malam. Hati-hati di jalan.”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115458034737109918?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115458034737109918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115458034737109918&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115458034737109918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115458034737109918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/08/good-deeds-come-in-small-packages.html' title='Good Deeds Come in Small Packages'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115435748008722235</id><published>2006-07-31T21:06:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T12:49:56.216+07:00</updated><title type='text'>A self-addressed question</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;.....Am I playing with fire?......&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115435748008722235?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115435748008722235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115435748008722235&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115435748008722235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115435748008722235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/07/self-addressed-question.html' title='A self-addressed question'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115390621919896479</id><published>2006-07-26T16:23:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T12:50:38.853+07:00</updated><title type='text'>Please....Stop It!!</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;I am sitting in my kitchen eating a falafel, hearing the rockets whizzing overhead. Out in the blue sea I can see the Israeli warships block our port. My six children are terrified, and they are not able to go to school. We are all brothers and sisters in this world. May this war end soon.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mohammed Abu Sheikh, Beirut, Lebanon&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standing in front of this 8-year-old boy lying in a hospital bed, the "conflict in the Middle East" and the "cost of war" seem endless and suffocating. His pain cannot possibly be imagined as he shakes uncontrollably in and out of shock. He has blood coming from his eyes. His name is Mahmood Monsoor and he is horribly burned. In the hospital bed next to him is his 8-month-old sister, Maria -- also burned. Screaming at the top of her lungs is the children's mother, Nuhader Monsoor. She is standing over her baby, looking at her son -- and probably thinking of her dead husband. The smell of burned flesh is overwhelming.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cal Perry, CNN, Lebanon. Quoted from Four Children and the Cost of War.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I live in Haifa, the north sea port of Israel. Today, I lost a good friend, who was killed by the rocket that hit the city. Today, at 9 a.m. the sirens went off, and all of us, scared, went to find shelter. Then, we heard the noise of the rocket hitting its target, not knowing the location and the outcome. I tried to call my friend, who works in the Israeli railway workshop, with no answer. At that moment I felt that something happened to him. I tried a few more times to contact him and his family. I felt anxious and did not know what to do. Then, I got the call from another friend of ours. His voice was crying ... our friend was killed today, among the eight people killed in Haifa. May God bless him. He was so honest, so nice, so young! God, stop this bloodshed!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nir, Haifa, Israel &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am an American Lebanese who lives in Lebanon; my husband lives in the States. We have three children who live with me in Lebanon... Now I'm here in Florida on vacation with my husband. I was supposed to go back to Lebanon at the end of July, but now I cannot. That is not the problem, the problem is that my three children who are only a 6-year-old girl (Millennia), a 5-year-old girl (Aya), and a 4-year-old boy (Jacob) are stranded alone in Lebanon. I and their dad are stuck here, no way to get there to bring them to the U.S.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Carolina Kmaid, Daytona Beach, Florida &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I live in Tiberias, but I am now in Jerusalem. I, my husband and nine children live in the block of flats immediately opposite the building which was hit in Saturday's rocket attack. We were all having lunch at the time. All the windows blew in. Some of the children cut their feet and arms on the glass. Our flat is on the third floor of the seven-storey building. We left the building and couldn't go back in because of the damage. We took a very big taxi for Jerusalem soon afterwards. We're now staying with some relatives. We left without food, clothes or money. It will be about a week before we go back I think. It was an enormous shock. We never expected anything like that. Everyone is very nervous and dazed. We are in shock, listless.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aliza Cohen, Tiberias, Israel.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I woke up yesterday to the horrible sounds of nonstop missiles falling meters from my home in Kiriat Haim, a small town near Haifa. I'm a student; we were supposed to have final exams these coming weeks. All were cancelled since a missile hit the ORT Braude College on the northern city of Karmiel.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gili, Israel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm 33 years old, living in a town 50 km south of Haifa. Right now my wife's sister and her family have fled the north and came to live with us. We too are in the range of Hezbollah missiles, and we have nowhere to run. ... I wish the world would stop choosing sides by religion. I don't care if he is a Muslim and I am a Jew, I care about my year-old son, and I'm sure a Lebanese man is worried about his. ... I wish I could just stand in front of a TV camera and yell "STOP."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nimrod Ganzarski, Pardes Hana, Israel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We went down to the port of Beirut this morning to board our escape vessel as told to do. We were there at 8 a.m. ... People were lined up in the sun and some people started fainting. As 11 a.m. approached people started getting panicky and crowded the gate even more. ... Desperate tourists started to climb the gate fence (which by now had been shut on us); they were pushed back. People were putting their luggage over the fence like a mosh-pit. At one stage we heard a child screaming, then we see the child being lifted up over the gate to the other side by the arms. People then started screaming at the organizers (it was all in Arabic so I couldn't understand). The organizers told everyone at about 12:15 p.m. to go home because the boat wasn't leaving ... Shaken and teary, we headed back the safety of our host's home.... This sounds like a scary movie. I just wish I was watching it, not living it.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jay Konduros, Beirut, Lebanon&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;And many more stories at www.cnn.com and http://news.bbc.co.uk/&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;We could only get a glimpse on how it must be like being trapped in a war. Unless having experienced it ourselves, I think it would not be wise to say that we understand what these people are going through. I certainly don’t, and I could only pray for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People make war. BUT, it’s always people in power who make war, and never ordinary people. Most people in this world would love it to live side by side peacefully amidst all their differences.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;The world wants peace. &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;So, please…. pretty please&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;…..STOP IT!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115390621919896479?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115390621919896479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115390621919896479&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115390621919896479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115390621919896479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/07/pleasestop-it.html' title='Please....Stop It!!'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115339692782831788</id><published>2006-07-20T18:31:00.000+07:00</published><updated>2006-08-31T12:52:44.086+07:00</updated><title type='text'>Tragedi itu......</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Lu lagi dimana? Nggak lagi di Pangandaran kan?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bunyi sms yang saya terima dari seorang teman pada Senin sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Vit, katanya di Pangandaran ada tsunami. Mbak Ity nggak lagi di Pangandaran, kan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Bunyi sms yang diterima adik saya dari seorang sahabatnya pada Senin sore.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Untung lu ada disini. Minimal kan kita tau lu baik2 aja.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Kata seorang teman kantor pada Senin sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;I can't believe another area of the country was hit by another disaster. I hope that you weren't vacationing to Pengendaran this time, or there on business.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Seorang sahabat berkata dalam email-nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;I am sorry to hear about the earthquake. I hope everything is okay with you and your family. I also hope you were not anywhere near the hit area, like you were the last time.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Teman lain bertutur dalam emailnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lu nggak lagi di Selat Sunda, kan?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Tanya seorang teman lain melalui telfon pada Rabu malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Pertanyaan dan pernyataan diatas saya terima menyusul terjadinya gempa di daerah Pangandaran, yang kemudian diikuti oleh tsunami hari Senin kemarin, serta gempa yang terjadi di daerah Jakarta dan sekitarnya yang berpusat di Selat Sunda pada hari Rabu kemarin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Mengingat saya sangat jarang pergi ke Pangandaran (kalau tidak salah seumur hidup baru sekali saya kesana), tadinya saya menganggap pertanyaan dan pernyataan di atas agak aneh, bahkan agak membuat saya geli. Namun setelah saya renungkan sebentar, ternyata pertanyaan dan pernyataan diatas memang pantas diajukan ke saya. Teman-teman saya punya alasan sendiri untuk menanyakan apa yang mereka tanyakan kepada saya, mengingat 'sejarah keterlibatan' saya dalam beberapa kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Saat bom kuningan meledak di depan Australian Embassy pada September 2004, saya baru mulai berkantor di sebuah gedung yang persis terletak di depan embassy tersebut. Saya yang sedang asyik menekuni komputer di meja saya terlempar dari kursi ke seberang ruangan ketika bom meledak. Beruntung saya terlempar, karena meskipun badan saya kemudian lebam-lebam dan lecet-lecet sedikit, &lt;em&gt;at least&lt;/em&gt; saya tidak terluka kena pecahan kaca sehingga berdarah-darah. &lt;em&gt;It could have been a lot worse&lt;/em&gt; karena ternyata pasca ledakan, meja dan kursi saya penuh dengan pecahan kaca, dan laptop saya kehilangan sebagian tuts keyboard plus menderita beberapa scratch di bagian layarnya. Saat berusaha keluar gedung melalui tangga darurat, saya juga sempat tergencet arus orang yang semuanya berusaha menyelamatkan diri pada saat yang bersamaan. Saya sempat berfikir mungkin inilah akhir hidup saya. Namun ternyata saya salah. &lt;em&gt;Alhamdulillah. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Karena baru mulai bekerja, belum banyak teman dan saudara yang tahu saya berkantor di gedung tersebut, sehingga banyak kenalan saya terkejut ketika mengetahui bahwa saya berada di sekitar daerah dimana bom meledak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Maret 2006, dalam perjalanan menuju Aceh, pesawat yang saya naiki dari Jakarta mengalami gangguan teknis, sehingga harus mendarat darurat di Palembang. Meskipun pendaratan yang terjadi terhitung mulus (tetap kaget juga sih, saat mendarat melihat keluar jendela pesawat, di runway ternyata ambulans dan mobil pemadam kebakaran sudah disiapkan), dan gangguan teknis ternyata bisa diatasi sehingga pesawat bisa terbang kembali, tetap saja namanya pendaratan darurat. Saya sempat ketar-ketir juga sebelum mendarat, dan sempat terlintas sedikit di benak saya, bahwa bisa jadi inilah akhir hidup saya. Namun saya salah lagi. &lt;em&gt;Alhamdulillah.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Beberapa teman tidak mengetahui bahwa saya pergi ke Aceh, sehingga mengetahui saya berada dalam pesawat yang mendarat darurat di Palembang mengagetkan bagi mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;27 Mei 2006, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/and-i-cry-for-jogja.html"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;saya sedang menikmati pagi terakhir di Yogyakarta, &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;setelah berada di sana selama tiga hari bersama rombongan teman Jalan Bebas, ketika gempa mengguncang. Selamat dari gempa, saya dan teman-teman sempat dibuat panik oleh isu terjadinya tsunami. Lagi-lagi saya berpikir bahwa saat itu mungkin adalah akhir dari hidup saya. Sekali lagi saya salah. &lt;em&gt;Alhamdulillah.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Banyak teman saya yang tidak saya kabari bahwa saya pergi trekking ke Yogya, sehingga lagi-lagi mereka kaget mengetahui saya berada di Yogya ketika gempa terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Bukan salah mereka memang kalau kemudian mereka berkomentar, &lt;strong&gt;"Kayaknya lu tu ada dimana-mana ya. Kalo ada kejadian apa gitu, kok lu bisa ada disitu"&lt;/strong&gt;, atau komentar lain, &lt;strong&gt;"Kalo kaya kucing nyawanya 9, punya lo tinggal 6 kali ya"&lt;/strong&gt;. Atau seperti ibu saya yang berkomentar, &lt;strong&gt;"Kamu itu sangat beruntung dan sudah seharusnya merasa sangat bersyukur.&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Oya, kayanya kamu harus di ruwat deh."&lt;/strong&gt; Halah....memangnya SBY...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Yang pasti saya mengucap syukur yang tidak putus-putus kepada Allah SWT karena saya masih diberikan umur panjang dan masih diloloskan dari kejadian-kejadian diatas untuk melanjutkan hidup saya. Semoga saya termasuk orang yang bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari semua kejadian yang terjadi dalam hidup saya. Amin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;I wish to express my deepest condolence to the earthquake and tsunami victims around Pangandaran area. May Allah SWT be with us all. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;(~Saya masih takut melihat mobil box di jalan, deg2an kalau naik pesawat, dengar bunyi truk gandeng, dan masih takut kalau ada benda yang bergoyang-goyang, meskipun hanya goyang sedikit. Saya juga hanya bisa menghela nafas panjang (lagi2) menanggapi komentar dan tindakan dari para pejabat kita dalam menangani bencana gempabumi dan tsunami di Pangandaran~).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115339692782831788?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115339692782831788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115339692782831788&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115339692782831788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115339692782831788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/07/tragedi-itu.html' title='Tragedi itu......'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115252060387652098</id><published>2006-07-10T15:15:00.000+07:00</published><updated>2006-08-03T15:57:12.636+07:00</updated><title type='text'>MRI</title><content type='html'>&lt;div style="FLOAT: left; MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px; MARGIN-RIGHT: 15px"&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/186286952/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/45/186286952_42a6aac3c2_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="MARGIN-TOP: 0px;font-size:0;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Setelah beberapa lama merasakan sakit di daerah punggung sebelah bawah, serta setelah beberapa kali insiden jatuh dan satu insiden saat main bowling yang menyebabkan sakit saat berjalan, saya dengan sangat terpaksa memeriksakan diri saya ke dokter. Dokter memastikan adanya tekanan pada syaraf-syaraf di daerah &lt;em&gt;lumbar&lt;/em&gt; (lumayan barbar? Hee…*Garing mode on*…) dan sekitar &lt;em&gt;tailbone&lt;/em&gt; saya, dan karena hasil rontgen biasa tidak cukup untuk mengetahui syaraf mana yang tertekan, maka dokter mengatakan saya harus menjalani &lt;a href="http://electronics.howstuffworks.com/mri1.htm"&gt;&lt;span style="color:#99ffff;"&gt;MRI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;(Magnetic Resonance Imaging) examination&lt;/em&gt;. Karena saya awam sekali mengenai masalah diagnosa dokter tentang apa yang terjadi pada diri saya, apalagi masalah per-MRI-an, maka selepas berkunjung ke dokter, saya dibantu oleh beberapa teman &lt;em&gt;(makasih yah, guys!)&lt;/em&gt; melakukan sedikit research (Hidup Google!!) mengenai &lt;a href="http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000442.htm"&gt;&lt;span style="color:#33ffff;"&gt;HNP &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;(nama kerennya sakit saya), MRI dan rumah sakit mana di Jakarta yang punya fasilitas ini (karena mahalnya alat MRI, maka tidak semua RS punya alat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil research kecil saya kemudian bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kecil yang ada di benak saya. Seperti misalnya apa sih sebenarnya &lt;a href="http://www.thumbmri.com/mrivscat.asp"&gt;&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;perbedaan antara MRI dan CT Scan?&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata perbedaan yang paling utama adalah pada metode pengambilan image. MRI, seperti namanya menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan image, sedangkan CT Scan &lt;em&gt;(computed tomography)&lt;/em&gt; menggunakan x-rays.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil research dan setelah bertanya ke kanan dan ke kiri (terutama ke kiri meja saya, dimana terletak ruang accounting di kantor saya, untuk menanyakan apakah biaya MRI di cover perusahaan atau tidak), akhirnya saya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan MRI di satu rumah sakit di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Salah satu pertimbangan adalah lokasinya yang dekat dengan kantor saya. Jadilah hari Jumat kemarin, saya ditemani adik saya yang manis bertolak menuju rs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur pemeriksaan MRI ini agak ribet juga. Perawat yang menemani saya menjelaskan tentang prosedur MRI dan menanyakan berkali-kali apakah saya mempunyai benda-benda logam dalam tubuh saya. Tadinya saya ragu apakah makan bayam juga bisa dikategorikan sebagai ‘mempunyai benda logam dalam tubuh’, karena kan bayam mengandung zat besi. Tapi ternyata yang dimaksud dengan benda logam adalah benda-benda seperti pen penyambung tulang patah, atau alat pacu jantung, atau persendian artificial, atau kawat gigi, atau tambalan gigi atau gigi palsu, atau alat bantu pendengaran atau serpihan peluru (hah?? yang ini sumpah kaget). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini dikarenakan MRI menggunakan medan magnet yang sangat kuat (sekitar 10.000 kali lebih kuat dari medan magnet bumi) untuk menghasilkan image, sehingga benda-benda logam dalam tubuh dapat membahayakan si pasien, dan image yang di hasilkan pun kemungkinan tidak akurat. Saya juga harus mengisi dan menandatangani beberapa lembar formulir yang menyatakan operasi-operasi apa saja yang pernah saya jalani serta (sekali lagi) bahwa dalam badan saya tidak ada logam, dan bahwa saya memahami prosedur MRI dan resiko dari pemeriksaan MRI. Agak grogi juga saya saat itu, sampai saya merasa perlu menelfon ibu saya untuk meyakinkan bahwa pen yang pernah dipasang di pergelangan tangan saya untuk menyambung tulang yang patah ketika kecil sudah diangkat. Saya jadi mikir gimana kalau Logan ‘wolverine’ harus di MRI yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses administrasi yang lumayan ribet itu, saya diminta untuk melepaskan dan menyerahkan benda-benda logam, kali ini yang tidak berada dalam tubuh saya, seperti kacamata, jepit rambut, cincin, jam tangan, tindikan termasuk anting-anting (kalau ini sudah tentu ga punya, kuping saya ga’ bolong, kok..), pisau saku (hah?? buat malak perawat?), pena, dan kartu kredit (ga ngerti juga, wong &lt;em&gt;like most people&lt;/em&gt;, saya naruh kartu kredit di dompet, bukan di tempel di jidat). Saya pun harus menggunakan baju khusus yang disediakan pihak rs (tanpa zipper tentunya!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenakan baju khusus tadi, mengikuti perawat saya berjalan menuju alat MRI. Berhadapan dengan alat itu, walah….kok rada ngeri juga ya. Tabungnya entah kenapa jadi terlihat kecil, dan saya jadi merasa agak &lt;em&gt;claustrophobic.&lt;/em&gt; Perawat mempersilahkan saya tidur di tempat yang disediakan, kemudian membungkus saya dengan selimut dua lapis. Memang suhu ruangan cukup dingin, dan “Di dalam tabung itu nanti agak lebih dingin”, kata si perawat. “Nanti Mbak, dipan ini akan masuk ke dalam tabung itu. Proses pengambilan gambarnya agak lama ya, sekitar 30 menit. Diusahakan tidak banyak bergerak ya. Alatnya nanti agak berisik seperti ada yang mengetuk-ngetuk, tapi pokoknya santai saja, kalau bisa tidur malah lebih bagus. Ini ada headphone untuk mendengarkan musik, dan ini ada tombol kalau ada keadaan darurat”, lanjut si perawat yang langsung saya sukai karena memanggil saya ‘Mbak’. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasang headphone, saya segera menyadari bahwa musik yang diperdengarkan adalah musik-musik pengantar tidur, yang membuat pasien mengantuk dan rileks. Saat itu lagu yang sedang mengalun adalah salah satu lagu dari Boyzone, salah satu group musik yang selalu membuat saya mengantuk karena boring-nya musik dan penampilannya (sori ye…fans boyzone). Tapi lumayanlah, untuk tujuan membuat ngantuk, &lt;em&gt;it works&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke, Mbak, kita mulai yah.”, si perawat ngomong lagi. Saya mulai berdebar-debar lagi, dan ketika dipan mulai bergerak memasuki tabung, saya mencengkeram erat-erat si tombol yang menghubungkan tabung (&lt;em&gt;baca: &lt;/em&gt;saya) dan dunia luar. Setelah beberapa saat dipan telah berada sepenuhnya dalam tabung, saya pun berusaha merileks-kan badan saya sambil berkonsentrasi pada musik yang terdengar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak lama kemudian si alat mulai bekerja dan…..ternyata alat yang digambarkan si perawat sebagai ‘agak berisik’ itu benar-benar keterlaluan berisiknya. Suara ‘mengetuk-ngetuk’ yang dijabarkan dalam penjelasan di awal lebih tepat digambarkan sebagai suara ‘menggedor-gedor’, bahkan mungkin 'menggedor-gedor-pintu-besi-menggunakan-kursi-besi-untuk-bisa-keluar-dari-ruangan-yang-terkunci' bisa jadi merupakan penjelasan yang paling masuk akal untuk menggambarkan suara yang dihasilkan si alat ini. Suara ini berganti-ganti dengan suara melengking seperti sirene atau klakson kapal (kapal punya klakson ga sih?) yang sedang buang sauh. Lebih parah lagi, suara itu menenggelamkan dengan sukses usaha Boyzone yang sedang penuh semangat bernyanyi untuk saya. Yaelah…gimana bisa tidur, Mbak perawat? Suara-suara ini ditemani oleh beberapa getaran-getaran kecil di daerah punggung saya, yang saya asumsikan sebagai tanda bahwa alat ini sedang bekerja dengan baik. Kadang suara-suara tersebut akan hilang selama beberapa detik, namun kemudian akan muncul lagi. Kesunyian beberapa detik yang kadang-kadang terjadi itu cukup bagi saya untuk menangkap bahwa selama 30 menit itu, Boyzone ternyata diselingi oleh Celine Dion, The Corrs, dan Janet Jackson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak bisa tidur dan tidak bisa ngapa-ngapain, jadilah pikiran saya berkelana tak tentu arah selama 30 menit dalam tabung MRI. Memang benar kata orang (heh? kata siapa?), berada dalam tabung MRI adalah tempat yang cocok untuk berfikir. &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hmm….tabung ini kecil banget, jadi agak sesak nafas….merem aja deh…&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aduh…gimana ya kalau ada gempa? Pasti perawatnya lari semua….terus gimana dong saya ditinggal dalam tabung ini sendirian. Wah…gimana dong.. panik…panik…..mana tadi tombolnya? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tenang….tenang…..tabung ini kan kokoh banget. Kalau ada gempa dan bangunannya ambruk, justru berada dalam tabung ini saya bisa selamat. Pfewh…agak lega…..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Si Ndul adik saya lagi ngapain di luar ya? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pingin makan duren&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hmm….si A,B,C, dan D lagi ngapain ya sekarang? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hah? My heart will go on – versi Remix? Sumpah…nggak banget…..Ga suka lagu-lagu yang dimodel-model kayak gini. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah-mudahan beneran biaya MRI ditanggung kantor. Amiin..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pingin makan duren&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Huh..sebel sama si E, mo jalan-jalan ke Hongkong segala. Enak bener dia…hehe..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oya, minta tolong si B bikin brosur seminar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pingin makan duren&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau ada gempa gimana ya? Takut ih…aduh…aduh….tombol…tombol…..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kan tadi udah dipikirin, kalo di dalam tabung kemungkinan lebih aman..Tenang dong..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oh iya, lupa..&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenapa tiba-tiba pingin makan duren gini ya? Oya, kayanya gara-gara si E bilang kalo dia sarapan duren. Sarapan kok duren...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pingin makan duren&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kangen sama F, apa kabar ya ibu itu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gimana sih Rachel sama Ross yang di Friends, udah punya anak juga, tapi masih ga jadian juga? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ngapain dipikirin ih? Penting banget gitu? Lagian kan di season finale mereka bakal jadian juga akhirnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iya juga ya….&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hmm..si A kupingnya gimana ya, kira-kira masih 'budek' ga ya?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Personil-nya Boyzone kalo ga salah ada yang gay yah? &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapan terakhir saya punya temen yang gay ya? Hmm...di Jakarta ga ada kayanya.....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pingin makan duren&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya bukan gay, tapi have no problems with the ones who are (sebenernya ini bukan termasuk yang dipikirin saat dalam tabung, tapi biar ga terjadi kesalahpahaman ajah. hehe..)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Tidak terasa, 30 menit pun berlalu, dan suara-suara bising tadi lenyap. Dipan saya meluncur keluar tabung, dan selesailah pemeriksaan MRI saya! Hore….&lt;br /&gt;“Hasilnya diambil besok ya, Mbak.”, kata si perawat. “Jangan lupa barang-barangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, jadi minggu ini jadwal saya adalah kembali mengunjungi dokter dengan membawa hasil MRI tadi &lt;em&gt;(wish me luck yah, people). &lt;/em&gt;Dan beli duren tentunya…..hmm...slurp...slurp....yummy....&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Image taken from www.fuf.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115252060387652098?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115252060387652098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115252060387652098&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115252060387652098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115252060387652098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/07/mri.html' title='MRI'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115164226747027832</id><published>2006-06-30T11:27:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T15:59:32.746+07:00</updated><title type='text'>YM - Brings You Together</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/ym.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/200/ym.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Disclaimer: I just happen to use YM, and this post is not intended to promote YM or to state that YM is better than other messenger services.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a productive employee, I always have my YM on while working (Do you feel that there is something wrong about the statement? Well…you are not alone. Hehehe..). I find having my YM on is a good way to keep me updated at all time (&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;baca:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; biar ga ketinggalan berita ato gosip, dan buat gosip tentunya), and a good way to get in touch with everybody in my network loop, plus to get more people in the loop. In other words, YM brings you together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There might be those out there who say that it can be very distracting to have the YM on while you are working, but on my defense, hey...you can always log off or go invisible, especially if you are in the following situations:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;You are super busy and don’t have time to chat for a minute or two&lt;/li&gt;&lt;li&gt;You have to be away from your machine for a while for a meeting, client visit, or for whatever reason&lt;/li&gt;&lt;li&gt;You are in a bad mood and feel that you could take out your frustration and anger on anyone who start a conversation with you&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Or...you could just be like me, who just likes to leave the YM on whether I am in situation (1), situation (2) or situation (3).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;On one particular day, I had gone for a meeting, and I left my YM on. When I came back to my desk, I found that I had missed six YM conversations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Window 1&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;A :&lt;/span&gt; Hey..hey..hey..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Window 2&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;B:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ccffff;"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Eh, gatel. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;B :&lt;/span&gt; Yuhuuuu…..&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Buzz&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Window 3&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;C :&lt;/span&gt; Ndul….lah opo….&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;C :&lt;/span&gt; Woy…ning endi koe???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Window 4&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;D :&lt;/span&gt; Eh, monyong&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;D :&lt;/span&gt; Kmane sih lu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Window 5&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;E :&lt;/span&gt; Cung…Kacung…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;Buzz&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Window 6&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;F :&lt;/span&gt; Morning, simpanse…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaahh…….how I could feel the love……Really, without any doubts, YM does bring you together.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Image taken from www.clubic.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115164226747027832?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115164226747027832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115164226747027832&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115164226747027832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115164226747027832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/ym-brings-you-together.html' title='YM - Brings You Together'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115097071816902214</id><published>2006-06-22T17:01:00.000+07:00</published><updated>2006-07-15T01:30:15.873+07:00</updated><title type='text'>Do I look like...?</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;When browsing through the internet, I came across this website that claims to offer a face recognition technology to personal photos and family trees. The technology would recognize the structure of your face and match it to your family tree photos. That is not what excites me, though. What does is that the site also has a database of celebrity pictures. Hahaha.... &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;So, in the name of 'iseng dan nggak ada kerjaan', you can guess what I did. Yup...I loaded one of my pic, and let the site scan it and run it against its celebrity database. Then, the site produced a list of celebrity whose face structure supposedly match mine. Pingin tau hasilnya? Okay..... &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/ijo.2.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/320/ijo.2.jpg" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Yup, ini gue&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;And here goes the results....&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/gongli.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/320/gongli.jpg" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/gongli.jpg"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gong Li....62 %&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hmm...the Asian beauty....so it turns out I look like her? okay deh.....Not complaining...:)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/sammi.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/320/sammi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Sammi Cheng...59%&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Not really sure who she is, kayaknya sih she is a singer or some kind of artist from Taiwan (or Hongkong? Yah..daerah sekitar situ lah). But...still...not complaining...... &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px"&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/173095972/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/78/173095972_aaac19826d_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chelsea Clinton....56%&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Okay, it is getting weird. Never thought I look like her at all! Rambut gue ga kaya cacing gitu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px"&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/173021551/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/56/173021551_e34582abb2_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Audrey Hepburn...55%&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Woooow..cool! I'm a Classic Beauty!! (*&lt;em&gt;Narciss&lt;/em&gt; mode on, disusul dengan &lt;em&gt;Minta Digampar&lt;/em&gt; mode*) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/173095973/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/47/173095973_466ea63e97_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="MARGIN-TOP: 0px;font-size:0;" &gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Heidi Klum....51% &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Okay...not that I don't like being matched with her, but come on.....me? Heidi Klum? 51%? mmm.....perhaps the more correct statement should be my 'size' is 51% smaller than hers &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/173095976/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/77/173095976_4240d71155_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Toni Morrison.....52%&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;Will I be looking like her in my golden age? Maybe.....Kali aja gue dapet nobel juga..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/173095974/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/45/173095974_a2110efaec_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Janie Tienphosuwan...61%&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;Ga tau sapa. Who is she??? Ada yang kenal??&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/55505984@N00/173095975/"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 2px solid; BORDER-TOP: #000000 2px solid; BORDER-LEFT: #000000 2px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 2px solid" alt="" src="http://static.flickr.com/73/173095975_fdf70f1ed5_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tom Cruise...54%&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="MARGIN-BOTTOM: 10px; MARGIN-LEFT: 10px" align="center"&gt;Huh???!! Si Cakep yang sinting. Blah!! Sumpah...gue ga punya jenggot..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="MARGIN-TOP: 0px;font-size:0;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="left"&gt;If you have nothing to do, or if you are really bored, or kalo lagi iseng kaya gue, you can go to &lt;a href="http://www.myheritage.com/FP/Company/face_recognition.php"&gt;Myheritage.com&lt;/a&gt; and nyoba sendiri. Hehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115097071816902214?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115097071816902214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115097071816902214&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115097071816902214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115097071816902214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/do-i-look-like.html' title='Do I look like...?'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115087763190598788</id><published>2006-06-21T15:13:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T11:25:30.480+07:00</updated><title type='text'>Bulan</title><content type='html'>Bulan Fajar&lt;br /&gt;Bening&lt;br /&gt;Berkilau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Senja&lt;br /&gt;Kuning&lt;br /&gt;Berpendar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Malam&lt;br /&gt;Putih&lt;br /&gt;Bersinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Menghilang&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Meredup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115087763190598788?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115087763190598788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115087763190598788&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115087763190598788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115087763190598788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/bulan_21.html' title='Bulan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115044314343581943</id><published>2006-06-16T12:35:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T12:42:50.353+07:00</updated><title type='text'>You</title><content type='html'>You&lt;br /&gt;Yes, You&lt;br /&gt;It has been a long while since I first met You.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have always been around&lt;br /&gt;Although I don't always realize it&lt;br /&gt;Although I don't always appreciate You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have always been around&lt;br /&gt;Although I don't like it when You tease me&lt;br /&gt;Although I often wish You don't exist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have always been around&lt;br /&gt;Although I don't always shout 'It's You', the way Michael Bubble does&lt;br /&gt;Although You are not always on my side, the way You are with the Rolling Stones&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Time&lt;br /&gt;Don't get me wrong&lt;br /&gt;It does not mean I hate You.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can I do&lt;br /&gt;When You have always been around&lt;br /&gt;And making me the woman I am today&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115044314343581943?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115044314343581943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115044314343581943&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115044314343581943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115044314343581943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/you.html' title='You'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-115035778097382353</id><published>2006-06-15T13:36:00.000+07:00</published><updated>2006-09-19T18:00:58.140+07:00</updated><title type='text'>(Not so much of) World Cup Fever</title><content type='html'>Piala Dunia memang membawa suasana yang berbeda pada rutinitas sebagian besar orang. Jauh sebelum dimulainya acara piala dunia, orang sudah ramai membahas mengenai strategi permainan dan konfigurasi pemain yang diturunkan oleh tim-tim favorit. Analisa-analisa pun di buat. Orang sibuk meramalkan siapa yang akan menjadi pemenang dalam setiap pertandingan dan siapa yang akan menjadi juara dalam piala dunia kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang turut sibuk mempersiapkan sarana-prasarana untuk dapat menikmati pertandingan selama piala dunia, seperti membeli set TV baru dan memastikan bisa mendapatkan akses ke satu-satunya chanel TV di Indonesia yang menyiarkan piala dunia. Restaurant dan Kafe berebut menawarkan paket acara untuk menonton pertandingan bersama. Media cetak seakan berlomba untuk menampilkan ulasan-ulasan terkini mengenai segala aspek dari olahraga sepakbola dan piala dunia. Majalah dengan nama sebesar &lt;strong&gt;National Geographic&lt;/strong&gt; pun tak ketinggalan menurunkan laporan khusus mengenai asal muasal olahraga sepak bola dan alasan-alasan mengapa olahraga ini begitu digemari di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang bukan penggemar olahraga sepak bola, tapi saya cukup menikmati eksploitasi besar-besaran dari sebuah acara piala dunia. Dengan segala kehebohan yang terjadi, saya merasa piala dunia dapat menjadi topik ‘ice breaker’ yang ampuh serta topik yang ‘safe’ untuk menjalin percakapan, terutama dengan orang yang belum saya kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu kemarin saya dengan sangat yakin membuat satu keputusan untuk &lt;em&gt;get in the spirit&lt;/em&gt; dan melibatkan diri saya pada kehebohan acara piala dunia ini supaya tidak ‘ketinggalan pembicaraan’. Saya memutuskan untuk mulai ikut serta atau bahkan berinisiatif untuk memulai percakapan mengenai piala dunia, karena saya merasa sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai sepak bola dan piala dunia. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Or I thought I did.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Take 1&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Percakapan antara saya dan seorang rekan kerja di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya :&lt;span style="color:#ffcc66;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;(berbasa-basi)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt; &lt;/span&gt;Semalam nonton bola nggak, pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan Kerja : Wah, nggak tuh. Abis kayanya kurang seru sih. Jepang lawan Australia. Memang kamu nonton?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Wah, saya juga kebetulan nggak nonton pak, ketiduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan Kerja : Memang biasanya ngikutin piala dunia yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(dengan riang)&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;Iya sih..cuma karena kan minggu ini saya harus kasih training, jadi nggak bisa begadang. Tapi weekend ini kan udah selesai training-nya, jadi saya bisa nonton final-nya deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeda sejenak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan Kerja : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(memandangi saya dengan janggal)&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;Final? Finalnya masih sebulan lagi. Piala dunia kan baru mulai Jumat kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(kaget dan malu)&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;Hah? Piala dunia itu bukannya seminggu pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Take 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Percakapan antara saya dan ayah saya di ruang keluarga, saat menonton pertandingan antara Korea dan Togo. Skor 2 – 1 untuk Korea, 10 menit sebelum babak kedua berakhir. Kesebelasan Togo sedang melancarkan serangan berbahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(membela Korea)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Aduuh…aduuh….jangan sampai gol. Nanti kalau gol jadi seri lagi, bakal pakai perpanjangan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya : &lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(Tertegun)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;Mana ada perpanjangan waktu? Ini kan baru kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(bingung)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Loh? Terus kalau seri, gimana cara nentuin pemenangnya dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Take 3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Percakapan antara saya dan peserta training dari Australia di kantor, pagi hari sebelum training dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(berusaha menjalin percakapan)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; So,..semalam Australia menang ya lawan Jepang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta training : &lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(berseri-seri)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;Ya, benar. Wah, senang sekali saya. Baru kali ini Australia bisa masuk ke piala dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : Oya? Hebat sekali ya, pertandingan pertama menang. Kapan pertandingan berikutnya untuk Australia? &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(setelah itu merasa hebat sekali karena bisa mengajukan sebuah pertanyaan bermutu)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Peserta training :&lt;em&gt; &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(dengan penuh semangat)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Hari minggu ini melawan Brazil. Kami senang karena kami satu grup dengan Brazil di grup F, berarti kalau kami lolos, kami tidak harus lagi berhadapan dengan Brazil. Karena sekarang kan di Grup F..bla..bla…bla….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(mengangguk-angguk sambil bertanya dalam hati)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;Grup apaan sih yang diomongin orang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta training : &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(masih penuh semangat)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;bla…bla…bla….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(tetap mengangguk-angguk namun menyesal telah bertanya dan berusaha memasang tampang mengerti)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Ya..ya…benar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Take 4&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Percakapan antara saya dan adik saya saat menonton pertandingan antara Ukraine melawan Spanyol di ruang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(bingung karena pada satu tayangan close up saya melihat wasit tidak membawa bendera, tapi pada tayangan close up yang lain saya melihat wasit membawa bendera)&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;Kok wasitnya kadang bawa bendera kadang nggak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(menghela nafas panjang)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Wasitnya tiga, mbak…Satu di dalam, dua di luar, bawa bendera untuk jaga garis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya : &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(membela diri)&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;Oo…ya abis bajunya sama sih item-item juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik saya : Gitu aja kok nggak tau sih. Jangan-jangan lu nggak tau jumlah pemain dalam satu tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya :&lt;span style="color:#ff6666;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(dengan ragu)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Sepuluh…..&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;(melihat pada tatapan tajam adik saya)&lt;/span&gt;…&lt;/em&gt;atau sebelas. Ya, bener, sebelas dong. Namanya juga kesebelasan &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;em&gt;(baru tersadar).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis, ternyata semangat saya untuk ikut menikmati event internasional ini tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup mengenai olahraga sepak bola dan piala dunia. Akhirnya saya memutuskan untuk menunda dulu keterlibatan diri saya pada acara piala dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In the mean time, Guys&lt;/em&gt;….ada yang punya buku &lt;em&gt;Soccer for Dummies&lt;/em&gt; gak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-115035778097382353?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/115035778097382353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=115035778097382353&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115035778097382353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/115035778097382353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/not-so-much-of-world-cup-fever_15.html' title='(Not so much of) World Cup Fever'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114956694732609550</id><published>2006-06-06T11:07:00.000+07:00</published><updated>2006-06-10T22:15:28.023+07:00</updated><title type='text'>Yogyakarta Earthquake - Spatial Data Resources</title><content type='html'>The Office of Foreign Disaster Assistance (OFDA) within US AID has created disaster assessment data (assistance areas – polygons and relief efforts - points) for the areas affected by the earthquake in Yogyakarta. If anyone is interested in the data, they should contact OFDA directly:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geographic Information Coordinator - Rhonda Davis Stewart: 1 (202) 712-0421 – Email: &lt;a href="mailto:rhdavis@ofda.net"&gt;rhdavis@ofda.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cartographer - Dong Chung: 1 (202) 661-9316 – Email: &lt;a href="mailto:dchung@ofda.net"&gt;dchung@ofda.net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geographic Information Specialist - Eric Sawyer: 1 (202) 661-9321 – Email: &lt;a href="mailto:esawyer@ofda.net"&gt;esawyer@ofda.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114956694732609550?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114956694732609550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114956694732609550&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114956694732609550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114956694732609550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/yogyakarta-earthquake-spatial-data.html' title='Yogyakarta Earthquake - Spatial Data Resources'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114915781790210720</id><published>2006-06-01T16:43:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T15:52:06.726+07:00</updated><title type='text'>Cewek Gatel</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Akhirnya saya menemukan penyebab kegatelan saya selama beberapa waktu terakhir. Iya..you read it right, people. Sadly, I have been cewek gatel, literally, for the past weeks, karena saya bener-bener kegatelan dan garuk-garuk terus (yaa..if you want to say I have been cewek gatel dalam artian yang lain, yaa...itu bener juga kali ya. hehehe....).&lt;br /&gt;Setelah dua kunjungan, berikut kutipan percakapan saya dengan sang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: Jadi saya tuliskan makanan yang tidak boleh dimakan ya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya &lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(deg2an)&lt;/em&gt; Iya, dok.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(sambil menunduk dan mulai menulis)&lt;/em&gt; Kamu tidak boleh makan coklat,.....&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;(mau pingsan karena ruangan langsung berputar)&lt;/em&gt; Hah??!!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: kacang-kacangan, ment...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya &lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(menginterupsi)&lt;/em&gt; Kacang?? Jadi..jadi..saya nggak bisa makan sate, atau gado2 atau siomay, dok?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(mengangkat muka sedikit dan melihat dari balik kacamata)&lt;/em&gt; Ya iya, kan itu pakai bumbu kacang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya &lt;/strong&gt;: Gitu ya...&lt;em&gt;(menangis dalam hati)&lt;/em&gt; huaaaa...sniff..sniff.....&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(menunduk lagi dan melanjutkan menulis) &lt;/em&gt;oke...mentega, keju, mie...&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya &lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(kaget dan lagi-lagi menginterupsi)&lt;/em&gt; mie? maksudnya, dok?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(mengangkat muka lagi)&lt;/em&gt; ya, segala makanan yang ada mie-nya, seperti indomie, mie ayam, mie bakso, soto mie&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya &lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(menelan ludah)&lt;/em&gt; i..in..indomie, dok?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: Iya &lt;em&gt;(mengawasi saya sebentar, lalu menunduk dan mulai menulis lagi).&lt;/em&gt; Ikan laut dan seafood..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;(bersorak dalam hati)&lt;/em&gt; hee...ga pa pa, ga terlalu doyan ini&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dokter&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;(masih sambil menulis)...&lt;/em&gt;dan produk turunan seafood, seperti terasi, abon ikan, kerupuk ikan, atau kerupuk udang&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saya&lt;/strong&gt; : &lt;em&gt;(kaget sekali dan berpegangan pada meja) &lt;/em&gt;Haah???&lt;br /&gt;Gubraaaaaak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke...just shoot me, please.....trus saya harus makan apa dong, dok???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Post ini sebenernya ga penting banget sih. hehe...salah sendiri mau baca.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114915781790210720?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114915781790210720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114915781790210720&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114915781790210720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114915781790210720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/06/cewek-gatel.html' title='Cewek Gatel'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114896059466344266</id><published>2006-05-30T10:42:00.000+07:00</published><updated>2006-06-13T18:12:37.296+07:00</updated><title type='text'>Salah Siapa</title><content type='html'>Minggu lalu saya bermimpi dan bertanya dalam hati&lt;br /&gt;Salah siapa jika gunung di utara Yogyakarta mulai bangun dari tidurnya&lt;br /&gt;Mengepulkan awan panas yang menerjang apapun yang berada pada jalurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari yang lalu saya bermimpi dan bertanya dalam hati&lt;br /&gt;Salah siapa jika saat semua orang mengawasi gunung di utara Yogyakarta&lt;br /&gt;Gempa dari arah selatan memporak-porandakan Yogyakarta dan sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu saya bermimpi dan bertanya dalam hati&lt;br /&gt;Salah siapa jika korban yang selamat dari gempa harus tidur di udara terbuka&lt;br /&gt;Dibawah turunnya hujan yang menambah penderitaan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya bermimpi dan bertanya dalam hati&lt;br /&gt;Salah siapa jika seorang ayah menggali reruntuhan rumahnya untuk menyelamatkan anaknya&lt;br /&gt;Hanya untuk melihat anaknya meninggalkannya untuk selamanya di rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya terjaga dari tidur saya&lt;br /&gt;dan menyadari bahwa semua yang terjadi bukanlah mimpi&lt;br /&gt;dan bukanlah salah siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kalau saya berpikir bahwa hidup ini terlalu singkat&lt;br /&gt;dan penting untuk melaluinya bersama orang-orang yang kita cintai&lt;br /&gt;Itu bukanlah pula salah siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Doa saya untuk semua orang yang menjadi korban gempa bumi di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, khususnya untuk kel Bude Sus dan Oom Kentung, Mbak Nungki dan keluarga, Mbak Lissa dan keluarga, Mas Wawi’ dan keluarga, Mbak Tyas dan keluarga serta Kholid dan keluarga .&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kekuatan kita. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114896059466344266?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114896059466344266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114896059466344266&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114896059466344266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114896059466344266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/salah-siapa.html' title='Salah Siapa'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114878872994268409</id><published>2006-05-28T10:42:00.000+07:00</published><updated>2006-06-02T10:33:09.926+07:00</updated><title type='text'>And I cry for Jogja...</title><content type='html'>Thousands of pairs of eyes around the world were glued to the television on Saturday, May 27 2006, as the news of the earthquake(s) that struck the city of Yogyakarta and its surrounding areas was broadcasted all day long. Some were just watching in horror, while some others were desperately trying to get a hold of their relatives who live in the hit areas to find out what had happened to them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The magnitude 5.9 earthquake (BMG version, but other institutions such as UGM and USGS said it was a 6.3 on richter scale earthquake. Kenapa ya beda?) struck at 5.50 am while many people were still sleeping, causing a large number of casualties, with most of them being entombed under rubbles or buildings. At the time I am writing this post, it is reported that the death toll has reached 4000 people, and the wounded has reached 6000 people. This number would surely rise as many victims are still trapped under debris of buildings, waiting for rescue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was actually in the city of Yogyakarta when the quake struck. I was on a trekking trip with a group of friends. We had been in Yogya since Thursday afternoon and Saturday was our last day in Yogya. Myself and four other friends had agreed to wake up early on Saturday morning to take pictures of some old buildings around the Malioboro area, where we were staying. So off we went at 5 am in the morning, to walk around the area, snapping pictures at Pasar Beringharjo, the Sebelas Maret monument, the Post Office building, and the Bank Indonesia building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At around 5.47 am, an old friend of mine who lives in Yogyakarta called me on my cell. We had agreed the day before to meet up to have an early breakfast. I told him where I was, and he said he was on his way, and would get to where I was in 10 minutes. Suddenly we got disconnected, and I then heard a rumbling sound that got louder and louder. I could feel the earth was moving below my feet and I saw the lamp poles were shaking wildly. People were screaming, and I could see the rooftops of some buildings were collapsing. I followed the people that were running towards the street, to avoid being close to buildings. We just stood there, holding each other’s hands while trying to maintain our balance as the earth was still shaking below us. Finally, after what felt like forever, it was over. We were really in shock after that, as none of us knew what to do. I tried calling back my friend, but I only got busy signals. After calming down a bit, we decided to go back to the hotel to check if the rest of the group was okay. Along the Malioboro street, we saw more of collapsed buildings, but fortunately our hotel was still okay. It got some cracks here and there but it was still holding up. The rest of the group was okay, though most of them were still sleeping when the quake happened, so it was more shocking for them than it was for us, as they were inside a building, as opposed to us who were out at an open space. I tried again to call my friend and got through this time, and he said he was on his way back home to see if his family was okay. Okay, at least I knew he was fine. Up to that point, we thought the quake was a volcanic one because Merapi has been rumbling for weeks, but later we found out to our surprise that it was a tectonic earthquake, with the epicenter deep in the Indian Ocean, south to Java island.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As scary as the quake was, it was less scarier than what was happening next: the false rumor of tsunami. I was inside the hotel when suddenly there were hundreds of people fleeing on the street, screaming and sobbing in tears. Motorcyclist and car drivers were honking their horns trying to get their way around fleeing people. People were yelling, “Air…air…Lari…..tsunami, mbak….lari…..ke utara…..”. (I didn’t even know where north or south was). Some others were yelling, “Get to the rooftop…..get to the rooftop…don’t run!”. If you ever saw the TV scenes from December 2004 where thousands of people were fleeing for higher ground to escape from tsunami in Aceh, it was kinda like that. I was so scared, and so confused of what to do, and I really thought it would be the end of me. Fortunately, a friend who had been monitoring the news through radio on his cell, managed to get a sense of what was happening. He assured us that we were okay. We were about 30 km from the coast, and it was already more than an hour after the quake struck, so it was very unlikely for a tsunami to happen and reach where we were. So, we calmed down again. Still for me, it was one of the scariest moments in my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the meantime, we were still feeling some aftershocks. We then decided to check out of the hotel and leave the city. So we went to our room to pack our stuff (at that time, packing to me meant frantically throwing things into my bag). I was on my way down carrying my bag without zipping it (Zipping my bag takes time, and I didn’t want to stay very long inside the hotel), when an aftershock shook again. I ran outside the building, and dropped some of my stuff. It turned out to be a small aftershock, so nothing really happened after that. But then, some unknown woman approached me and helped me picking up my stuff, while saying to me, &lt;em&gt;“Mbak, kalo saya boleh saran, mendingan bawa barang-barang yang berharga aja, kaya dompet sama hp. Yang lainnya ditinggal aja”.&lt;/em&gt; Haaah??? Malu gue…..dalam hati gue bilang, “Syalaan, I am not crazy over my things, you know..it just happened that I was bringing down my bag when the aftershock happened”. Hiks….So, to her I was &lt;em&gt;‘mentingin harta daripada nyawa’&lt;/em&gt;. Yeah, right…..and my &lt;em&gt;‘harta’&lt;/em&gt; consisted of a pair of worn jeans covered in mud, a couple of filthy and sweaty t-shirts, and a pair of dirty socks. Not true….not true……:(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After that, we gathered and put our stuff in the bus, and then headed back to Jakarta. Along the way we saw more of collapsed buildings. Ambulances were rushing their ways to get the victims to the hospitals. There were obviously not enough ambulances, as we also saw lots of victims being carried by pick-up trucks or big  trucks. We also saw people anxiously sitting and waiting outside their homes, afraid to go back inside, in fear that another big aftershock would strike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Below are some pictures a friend of mine, &lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Rico Ferajab&lt;/span&gt;, managed to snap after the earthquake that would perhaps better depict the situation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/IMG_0025.0.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/400/IMG_0025.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/IMG_0040.0.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/400/IMG_0040.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/IMG_0041.0.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/400/IMG_0041.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/IMG_0057.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/400/IMG_0057.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/IMG_0094.jpg"&gt;&lt;img style="CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/400/IMG_0094.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I still had not comprehend the extent of the damage resulted from the earthquake until later that day, when I found out that the quake did not only strike the city of Yogya, but also other districts in the province and also in Jawa Tengah, and it was feared that the death toll could be thousands in numbers (which has been proven to be true). Only then I realized I was probably lucky that the quake did not happen a day earlier, as at 5.50 am on Friday, I was standing at the peak of Bukit Tugel, a small mountain nearby Merapi, and if the quake were to struck at that time, I would have fallen off the hill and I would not be here today. I was also lucky that I was not inside a building, and trapped underneath it after the quake. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am really grateful that I survived the earthquake, but at the same time I mourn those who did not, and I am sad for those who did but lost everything to the quake. I could not even imagine being at their place. My deepest condolence goes out to the family of the deaths. I could only pray for them and to offer help with little that I have. It is also touching to see how people reacted to the tragedy. Within the country, many groups of people got together to collect money and to provide medical and food aids to the victims. Many volunteers and relief workers arrived at the scenes only hours after the quake struck. Words of help have also been coming from countries around the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apart from the criticisms that have been addressed to the government with regards to the ineffectiveness of the after-disaster-management program, which has an impact on the length of time the emergency aid actually reach the survivors (I personally could not understand why the government doesn't want to declare the tragedy as a national disaster, and I am cursing the government for being slow in helping the survivors), it is still somehow comforting to know that people still care for each other and they are willing to put aside all differences to work together with one goal, which is to help the victims of the earthquake. Then I could only daydream that a situation like this did not only happen when a tragedy strikes. In the meantime, I am crying for Jogja.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PS: I thank my dear friends and family members who spared lots of their time to try contacting me to find out if I was okay on Saturday. It meant a lot to me to know that you guys care. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114878872994268409?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114878872994268409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114878872994268409&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114878872994268409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114878872994268409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/and-i-cry-for-jogja.html' title='And I cry for Jogja...'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114831044747445640</id><published>2006-05-22T22:05:00.000+07:00</published><updated>2006-06-27T10:58:52.043+07:00</updated><title type='text'>To (not) Read Between the Lines</title><content type='html'>Although I consider myself being good at 'tebak-tebakan garing', I am never good at reading between the lines. I am terrible at guessing what someone's real thoughts or feelings are, from only hearing what they say &lt;em&gt;(bahasa indo-nya kali membaca yang tersirat dari yang tersurat. :) uhuy..).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Call me oblivious if you will, but it already takes a great enough effort from my side just to stay focus in a 'straightforward' conversation, in which my conversation partner(s) would explicitly say what they really feel or think (My mind constantly travels around, even when I am involved in a serious conversation, and at times I would find myself looking blankly at someone's face not knowing what to say because I have not been listening or paying attention).&lt;br /&gt;So, it really really frustrates me when I am involved in a conversation that is dominated with implications. It is almost too much for me having to stay focus in the conversation, while at the same time having to 'intelligently' guess the true meaning of what others are saying . Hieeks..too much task for my little brain....&lt;br /&gt;To cover up my inability to read between the lines, I have been practicing to put on my 'i-understand-what-you-are-talking-about' facial expression, although that does not always work, and the fact that I often say 'smart' things like, 'Huh?' (sadly , it is my favorite), or 'say what?' does not help at all. It only makes it clearer to my conversation partner that being a diplomat would not exactly be the best career choice for me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why can't people just say what they want to say, instead of saying other things and then expect others to infer something from the conversation. Knapa siiih??? Perhaps I am not a good observer, or perhaps I am oblivious of the obvious, or perhaps I am an un-basa-basi person....nggak tau deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I just think life would be easier if we do not need to read between the lines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And look who's talking.....:) Bear with me yah, people!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114831044747445640?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114831044747445640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114831044747445640&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114831044747445640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114831044747445640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/to-not-read-between-lines.html' title='To (not) Read Between the Lines'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114794100429109341</id><published>2006-05-18T15:20:00.000+07:00</published><updated>2006-06-02T12:50:59.386+07:00</updated><title type='text'>Muara Karang</title><content type='html'>Apakah kamu sudah pernah mencoba makan seafood di Muara Karang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Sabtu minggu kemarin, jawaban saya untuk pertanyaan di atas adalah ‘belum’.&lt;br /&gt;Ada dua alasan dibalik jawaban saya yang ‘belum’ tadi.&lt;br /&gt;Alasan pertama adalah karena jauhnya Muara Karang dari lokasi-lokasi dimana saya biasanya beredar. Saya tinggal di daerah Pondok Kelapa dan berkantor di daerah Kuningan, sebenarnya sama dengan Muara Karang, masih dalam wilayah Jakarta juga, tapi &lt;em&gt;I mean&lt;/em&gt;, Muara Karang is &lt;em&gt;really..really…&lt;/em&gt;jauh….&lt;br /&gt;Alasan kedua adalah saya bukan fans berat seafood. Bukan berarti saya tidak suka seafood, tapi bila saya masih mempunyai pilihan, saya lebih cenderung untuk memilih makanan lain. Saya bisa mengkonsumsi ikan, baik itu dibakar, digoreng, digulai, atau bahkan mentah seperti pada sushi atau sashimi,….tapi saya agak &lt;em&gt;picky&lt;/em&gt; untuk jenis makanan udang, cumi-cumi dan keluarga mollusca yang lain, karena saya kurang suka teksturnya yang kenyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berawal dari pertemuan yang tidak direncanakan bersama sejumlah orang yang hampir semua saya belum kenal, Sabtu malam kemarin saya ‘terdampar’ di Muara Karang. Cerita dimulai saat seorang teman (demi efisiensi, mari kita sebut dia A) yang tinggal di kota lain, Sabtu kemarin berada di Jakarta untuk bertemu dengan temannya, sebut saja B. A dan B adalah teman baik yang sudah lama tidak bertemu, karena selama ini B tinggal di luar Indonesia. Saya, A, B, dan satu orang lagi sudah berencana untuk menonton konser TOTO pada hari Minggu. A pun mengajak saya untuk bertemu dengan B, sekaligus untuk mengambil tiket konser yang sudah dipesan sebelumnya. Saat saya tiba di tempat pertemuan, ternyata selain A dan B sudah ada satu orang lagi yang hadir, sebut saja C, yang ternyata juga adalah salah satu teman dari B. Sebelum pertemuan ini, A dan C ternyata belum saling mengenal. Tak lama setelah itu bergabung lagi empat orang bersama kami, masing-masing D, E, F dan G. D ternyata juga adalah teman dari B, namun B belum mengenal E, F dan G. D pun ternyata belum mengenal A maupun C, apalagi saya. Di luar dugaan, D mengajak B untuk makan malam di daerah Muara Karang. B mengiyakan dan mengajak kami semua untuk ikut bersama mereka. ‘Terjebak’ oleh momen yang tak terduga itu, saya pun akhirnya mengiyakan. Hehe….Jadilah rombongan ondel-ondel kami berangkat menuju Muara Karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan seafood di Muara Karang ternyata cukup penuh dengan perjuangan. Saat rombongan sampai di daerah Muara Karang, kami harus melewati pasar basah (yang benar-benar basah karena tergenang banjir). Jalan masuk ke pasar yang sempit (&lt;em&gt;Did I mention&lt;/em&gt; jalannya tergenang?) sekaligus menjadi tempat bongkar muat truk yang mengangkut gentong-gentong berisi ikan dan teman-temannya. Ketika kami lewat, sedang ada kegiatan bongkar muat produk laut dari sebuah truk, sehingga kami pun harus menunggu sampai bongkar muat tadi selesai. Kios-kios yang menjual produk laut berada di sisi kiri dan kanan jalan. Di sepanjang jalan itu pula tampak berjejer gentong-gentong dan container (bedanya gentong sama container apa ya?) yang berisi produk-produk laut yang siap dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyusuri jalanan pasar tadi, akhirnya kami tiba di area Pusat Jajanan Serba Ikan (Pujaseri? Hehe..), tempat yang kami tuju untuk menikmati Seafood. Saat harus mengambil karcis parkir, saya pun menurunkan jendela Flazz lalu mengulurkan tangan serta tak lupa melempar senyum manis pada si penjaga booth parkir, tapi…hmpff…..bau ikan yang sangat menusuk langsung memenuhi hidung saya. Karena hidung saya termasuk sensitive terhadap bau-bau-an, saya pun gelagapan dan segera menaikkan jendela untuk menghindari bau tadi. Sebenarnya sih &lt;em&gt;it had no effects at all&lt;/em&gt;, karena setelah parkir pun saya harus turun dari Flazz and &lt;em&gt;I had to deal with the smell&lt;/em&gt;. Hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan kami pun berjalan menuju area Pujaseri, dan segera disambut oleh kepulan asap, persis seperti rombongan penyanyi dangdut yang akan manggung. Kami pun mendatangi salah satu tempat makan yang ada di area tadi. Asap yang berasal dari tempat bakaran ikan ini termasuk pekat dan kebetulan arah angin saat itu membuat asap bertiup ke arah kami. Saya pun terpaksa memicingkan mata karena asap tadi membuat mata saya menjadi perih dan nafas saya pun sedikit sesak (sesaknya karena bantuan asap yang lain juga sih. Hehe…). Saya pun membatin, sekarang saya tahu bagaimana perasaan nyamuk apabila sedang di &lt;em&gt;fogging.&lt;/em&gt; (ga nyambung, ih..!). Karena saya, A, B dan C tidak familiar dengan daerah pasar di Muara Karang, akhirnya kami ‘ditugaskan’ untuk menjaga meja sementara D, E, F dan G pergi untuk berburu ikan dan keluarga mollusca yang akan disantap. Tak lama kemudian mereka kembali dengan membawa berkantong-kantong plastik penuh produk laut. Mereka kemudian menyerahkan hasil belanja mereka pada tukang masak di tempat makan tadi dan memesan agar hasil belanjaan tadi dimasak dengan macam-macam cara. Sambil menunggu masakan siap, kami pun mengobrol ngalor ngidul sembari menyantap otak-otak ikan yang masih hangat, masih dalam kepulan asap . Saya sempat berfikir bahwa saya takut bakalan tidak ingat wajah-wajah yang baru saya kenal ini, karena selama mengobrol, &lt;em&gt;most of the time&lt;/em&gt; saya terpaksa memicingkan mata saya. Meskipun demikian obrolan tetap berlangsung dengan seru, apalagi saat topik obrolan beranjak ke film Korea. Ternyata A dan C adalah penggemar berat film-film Korea. Hehe…&lt;em&gt;Freak &lt;/em&gt;abiiizz….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untungnya ketika makanan sudah datang, arah angin berganti dan asap pun bertiup ke arah lain. Kami pun bisa makan dan mengobrol dengan nikmat tanpa harus memicingkan mata. Pffewh… Akhirnya……. Makanan yang dihidangkan cukup heboh baik dalam segi jumlah maupun penyajiannya, at least bagi saya yang memang jarang makan seafood. Ada cumi-cumi goreng tepung, udang goreng tepung, udang asam manis, udang saus mentega (bener ga sih?), cumi-cumi saus tiram, dan ikan bakar. Semua dalam porsi yang berlimpah. Cumi-cumi goreng tepung-nya memang enak, demikian juga dengan ikan bakarnya (cuma dua jenis itu yang saya makan. Hehe..) yang dimakan dengan sambal kecap dengan irisan cabai, bawang dan tomat. Mmm…Menurut teman-teman yang lain, makanan lainnya pun tidak kalah enak. Yah, at least perjalanan kami ke Muara Karang lumayan &lt;em&gt;worth it&lt;/em&gt; lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perut kenyang, dengan masih diiringi asap kami pun beranjak pulang. Saya sudah mulai terbiasa dengan bau yang menusuk karena saat itu kami sendiri pun sudah menyebarkan bau ikan dan asap. Hehe…Meskipun badan saya dan Flazz menjadi bau ikan, saya pun pulang ke rumah dengan perasaan senang karena mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. &lt;em&gt;What a Night.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau sekarang saya ditanya, “Apakah kamu sudah pernah mencoba makan seafood di Muara Karang?”, tahu kan jawaban saya apa……:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114794100429109341?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114794100429109341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114794100429109341&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114794100429109341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114794100429109341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/muara-karang.html' title='Muara Karang'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114785022188198416</id><published>2006-05-17T14:12:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:03:04.906+07:00</updated><title type='text'>How would you define Love?</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;As I was writing this post, I actually had a doubt as to whether or not I would publish it, in fear that people will find the topic lame or old. But surprisingly, after saving my writing I was actually engaged in several conversations with several different people, and believe it or not, without me having to bring out the topic, these conversations were all about the 'L' word. Adding to my surprise, I read another friend's blog and found out that he had just posted a writing about love. I guess the topic is not getting old, so I decided to just go ahead with my writing and post it here. Hahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Okay, so here is the question. How would you define love?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One might say love is when you are feeling strongly towards other person(s), and the feeling puts you at a place where you are ready to sacrifice almost anything for their happiness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another might argue that would not be love, instead that would be lust or crush. Love should not be about sacrificing yourself. Love should be about commitment and compromise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some others might also say that love is indefinable and they would not dare to define love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some disappointed ones might say love is bull#$% and they don’t believe in love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the list goes on…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But how would &lt;strong&gt;I &lt;/strong&gt;define love?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am not going to quote any definition of love from any sites or from any other sources because I believe love comes from the heart &lt;em&gt;(suit…suit…).&lt;/em&gt; But, here are some situations in which &lt;strong&gt;&lt;em&gt;I &lt;/em&gt;(with capital I)&lt;/strong&gt; think love would be best described:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when you could feel the present of someone in the air you breath even though the person is not physically there with you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when you think you are close to someone, yet you have a dream about someone else from the past (or is it not love, then? Hehe..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when you got a call from someone asking you whether you have had your lunch, in the middle of an important meeting with an important client, yet you are still smitten by the call and you don’t care what the client thinks of you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when you still remember every detail of the last day you were with someone, including the detail of the clothes you and the other person were wearing, before that person left you to seek a new life at a different place (hey, at least it is love for someone with an advanced memory loss like I am)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when you still remember what were the first words a person said to you when the two of you met for the first time (okay, again to my defense, when you are as forgetful as I am, this could mean love, people!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when there is a song that constantly reminds you of someone every time you listen to it, under any circumstances&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when your mom worries about the eating habit of your dad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is when you are busy writing your thesis and you have no time to do grocery shopping, and your mom comes to visit you. Then, when there is no drinking water left at home she says it’s okay for her to drink soda although she never likes it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;So, in a nutshell, what do I think about love?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;I would say love is all around and it is there for everybody to reach.&lt;br /&gt;To experience love, you should not waste your time to define it (like I just did). Hehe….&lt;br /&gt;Instead, you should just feel it…..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114785022188198416?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114785022188198416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114785022188198416&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114785022188198416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114785022188198416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/how-would-you-define-love.html' title='How would you define Love?'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114744649730473844</id><published>2006-05-12T22:06:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:03:48.560+07:00</updated><title type='text'>Taking Back My Power</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;You have been dictating my feeling&lt;br /&gt;You have been controlling my emotion&lt;br /&gt;You have taken my power away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enough is enough...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am taking back my power&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114744649730473844?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114744649730473844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114744649730473844&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114744649730473844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114744649730473844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/taking-back-my-power_12.html' title='Taking Back My Power'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114726265172450182</id><published>2006-05-10T18:41:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:04:36.176+07:00</updated><title type='text'>Reality Sucks</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Does reality really suck? Well, I would say it does sometimes. I could think of several occasions in which I think it does.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you lose someone you are close to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you can’t be with the person you love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When someone you care about does not care about you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you want something real bad but you just can’t get it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you see other people are happy while you are not, yet you have to pretend to be happy for them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When people accuse you of doing something you did not do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When all of your incoming Lebaran SMS from your friends ended with &lt;em&gt;….X (their name) &amp;amp; Family…..,&lt;/em&gt; and you realize you end yours only with your name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the list continues……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you drop your &lt;em&gt;Jilbab&lt;/em&gt; while presenting in front of lots of people without realizing it. Ouchh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you fall off your chair on the first day of a five-day training you conduct in front of your students. Talk about building your charisma. Hmm….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It does&lt;br /&gt;When you like this world because people smile at you, so you smile back at them, only to find out later that you have the top part of your shirt unbuttoned and your bra peeks out. Hieekks....just shoot me....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the list goes on….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, point-nya apa sih? Point-nya, sometimes reality does suck. Hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But hey, the reality that reality sucks is what makes life so interesting. It enriches your life. If reality always pleases you, your life would be sooooooo boring. On top of all that, you can always choose whether you want to be miserable or to be content with your life regardless the suckness of your reality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I choose the later option.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114726265172450182?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114726265172450182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114726265172450182&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114726265172450182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114726265172450182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/reality-sucks.html' title='Reality Sucks'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114714838404075830</id><published>2006-05-09T11:18:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:09:06.276+07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Aku tak suka hujan&lt;br /&gt;Karena saat hujan turun langit menjadi muram&lt;br /&gt;Membuat hatiku ikut gulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak suka hujan&lt;br /&gt;Bilang guruku, tetes hujan adalah air mata malaikat yang bersedih &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Melihat kelakuan para manusia di bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak suka hujan&lt;br /&gt;Walau guruku yang lain bilang hujan berarti rezeki bagi petani&lt;br /&gt;Karena padi mereka akan menguning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak suka hujan&lt;br /&gt;Walau aku pernah tinggal di kota hujan&lt;br /&gt;Karena hujan berarti kemacetan dimana-mana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak suka hujan&lt;br /&gt;Hujan kadang membuat manusia meninggalkan tempatnya&lt;br /&gt;Atau bahkan meninggalkan orang-orang terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku suka hujan&lt;br /&gt;Karena aku tahu air sumber kehidupan&lt;br /&gt;Sehingga dengan hujan kehidupan terus berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupanku dan kehidupanmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114714838404075830?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114714838404075830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114714838404075830&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114714838404075830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114714838404075830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114708014590560799</id><published>2006-05-08T16:20:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:10:14.443+07:00</updated><title type='text'>Cooking is never easy...</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Post ini juga dimuat di rubrik Kolom Kita di &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kesehatan/news/0605/09/185325.htm" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Kompas Online&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering merasa kagum pada orang-orang yang jago memasak. Saya heran bagaimana mereka bisa meracik bahan-bahan mentah sehingga bisa menjadi sesuatu yang enak dimakan. Pengalaman memasak saya sebenarnya mendekati nol, tapi bukan berarti saya tidak pernah memasak sama sekali. Status sebagai mahasiswi yang hidup sendiri di negeri orang selama beberapa tahun ‘memaksa’ saya untuk memasak demi kelangsungan hidup. Padahal sebelumnya di Indonesia, masuk dapur pun saya jarang. &lt;em&gt;‘Eating out’&lt;/em&gt; tentunya menghabiskan lebih banyak biaya dibandingkan memasak sendiri. Selain itu saya juga rindu dengan masakan Indonesia, padahal kebetulan tempat saya belajar adalah satu kota kecil di negara bagian Michigan dimana tidak ada restoran yang menjual masakan Indonesia. Mau tidak mau untuk memuaskan kerinduan saya akan makanan Indonesia, saya pun harus memasak. Bermodalkan bumbu instant Indofood (sori, bukan promosi) yang saya bawa dari Indonesia, saya belajar untuk mengolah beberapa jenis masakan Indonesia, seperti rendang, opor ayam, soto daging, ayam goreng, dll. Pada awalnya, percobaan memasak saya lebih sering gagal ketimbang berhasil, dan sering kali berakhir dengan episode dimana saya memutar nomor telfon restoran Chinese langganan saya untuk mengorder makanan. Beberapa peralatan masak dan barang-barang di apartemen saya pun kerap menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya memasak rendang, saya tidak tahu bahwa rendang harus diaduk terus menerus. Yang saya lakukan adalah setelah merebus daging dalam panci hingga setengah empuk, saya masukkan bumbu instant rendang dan santan. Kemudian, panci saya tutup dan saya tinggalkan dapur untuk menonton tv. Dari informasi ala kadarnya yang saya kumpulkan saat itu, memasak rendang membutuhkan waktu yang lama, sehingga saya menonton tv dengan santai, sampai hidung saya mencium bau sesuatu yang terbakar. Segera saya melompat dari sofa dan berlari ke dapur, dan ternyata ‘rendang’ saya sudah hangus dan panci yang saya gunakan sudah menghitam dan bolong dasarnya. Gagal lah saya makan rendang hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lainnya, saya ingin memasak ikan pepes. Dari resep pepes ikan yang saya dapatkan dari internet, disebutkan bahwa sebagai alternatif menggunakan daun pisang dapat digunakan aluminum oil, dan sebagai alternatif mengukus ikan, dapat digunakan oven untuk memanggang. Kemudian setelah ikan dibalur dengan bumbu dan dibungkus dengan aluminum foil ikan harus dipanggang selama 30 menit pada suhu 200 derajat. Karena ingin ikannya ‘sedep’, saya pun menambah takaran bumbu dari takaran yang tertulis pada resep. Setelah memasukkan ikan dalam oven dan menyalakan oven, saya pun duduk dengan manis di depan tv menunggu matangnya ikan. 30 menit berlalu, saya intip ikan saya, namun masih terlihat mentah. Hmm….akhirnya saya tambahkan lagi waktu panggang 30 menit. Masih tidak ada perubahan….saya tambah 30 menit lagi….akhirnya tidak terasa saya sudah memanggang ikan saya selama dua jam, namun belum ada tanda-tanda si ikan akan matang. Saya pun frustasi. Bau ikan pun sudah memenuhi apartemen saya yang mungil. Kebetulan pada saat genting itu, teman saya sesama pelajar dari Indonesia datang untuk mengunjungi saya. Dia pun kaget karena begitu masuk apartemen saya dihantam dengan bau ikan yang sangat menusuk ditambah bau bumbu (kebanyakan bawang) yang membuat batuk dan perih mata. Sambil terbatuk-batuk, dia bertanya bau apa itu. Saya menjawab saya sedang mencoba salah satu resep pepes ikan dari internet. Saya tunjukkan resep yang saya gunakan, dan saya bawa teman saya ke dapur untuk meng’&lt;em&gt;observe&lt;/em&gt;’ ikan saya yang ada dalam oven. Teman saya pun mempelajari resep tadi, dan kemudian tertawa terbahak-bahak. Ternyata karena resep yang digunakan adalah dari Indonesia, maka suhu yang tertulis untuk memanggang ikan adalah dalam Celsius. 200 Celsius. Namun, kebetulan karena saya tinggal di Amerika yang menggunakan satuan derajat Fahrenheit untuk suhu, maka suhu oven yang saya gunakan juga dalam satuan derajat Fahrenheit. Untuk mengkonversi suhu dalam Celsius ke dalam derajat Fahrenheit sebenarnya dapat digunakan rumus = (9/5*Suhu dalam celcius) + 32. Tapi saya tidak paham pada saat itu. Hehe….Untuk memasak ikan pepes tadi, seharusnya saya set oven saya pada suhu sekitar 400 derajat Fahrenheit, dan bukan 200. Pantas saja ikan saya tidak matang-matang, malah menebarkan bau ke segala penjuru apartemen saya. Bau ini tidak hilang sampai satu minggu berikutnya dan melekat pada sofa, baju-baju dan jaket yang kebetulan saat itu tergantung di pintu kamar. Walaah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti kata pepatah, ala bisa karena biasa, setelah gagal berkali-kali, akhirnya saya bisa menghasilkan hidangan yang ‘layak’ dimakan. Meskipun rasanya tidak seperti masakan si mbak di rumah, namun saya sudah cukup puas dengan masakan saya, bahkan setelah satu tahun, saya mulai pede untuk membawa masakan saya ke acara-acara potluck mahasiswa Indonesia yang biasanya rutin diselenggarakan tiap bulan. Kebetulan di kota saya, pada saat itu mahasiswa/i dari Indonesia jumlahnya sekitar 20 orang. Menu andalan saya adalah tempe orak-arik. Tempe disana agak sedikit keras dibanding tempe yang dijual di Indonesia, sehingga biasanya setelah saya potong-potong saya rebus dulu tempenya agak lama. Setelah itu saya masukkan bumbu Sambal Goreng instant dan santan kaleng. Tambahkan sedikit kecap atau gula, kemudian setelah tempe hampir matang, saya masukkan potongan cabe hijau. Sederhana kan? Senang juga rasanya melihat masakan saya habis diserbu teman-teman yang lain. Padahal mungkin mereka memang kelaparan berat dan tidak ada alternatif makanan lain. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya makin tambah pede ketika pacar saya waktu itu yang orang Amerika, juga menyenangi masakan Indonesia (termasuk masakan saya). Biasanya setiap weekend, kita gantian masak. Kadang dia masak hidangan khas barat untuk saya, dan saya pun kadang masak masakan Indonesia untuk dia. Dari dia pula saya belajar untuk menganggap masak itu bukan suatu beban, namun suatu kegiatan yang fun dan bisa dinikmati. Biasanya sebelum acara masak dimulai dia akan memilih lagu-lagu untuk didengarkan selama masak, dan dia akan masak sambil bernyanyi-nyanyi bahkan kadang sambil bergoyang mengikuti irama musik. Dia pun belajar membuat masakan-masakan Indonesia (dengan bumbu instant, sama seperti saya tentunya), yang kadang dia campur dengan bumbu-bumbu lain, dan kadang malah hasilnya lebih enak dari yang saya buat. Karena biasanya saat &lt;em&gt;lunch&lt;/em&gt; kebanyakan pekerja di Amerika membawa bekal dari rumah, dia pun sering membawa bekal masakan Indonesia untuk &lt;em&gt;lunch&lt;/em&gt;. Kebayang kan, saat dia membawa nasi rendang ke kantor yang kemudian di panaskan saat &lt;em&gt;lunch&lt;/em&gt; di &lt;em&gt;public microwave &lt;/em&gt;di area &lt;em&gt;pantry&lt;/em&gt;, hmm…baunya menyebar kemana-mana, dan membuat rekan-rekan kerjanya bertanya-tanya. Dia dengan bangga menjelaskan bahwa yang dia bawa adalah masakan khas Indonesia dan mempersilahkan rekan-rekannya yang ingin tahu rasanya untuk mencoba. Hmm…lumayan deh, promosi gratis untuk Indonesia. Hahaha….Meskipun saya sekarang sudah kembali dan bekerja di Jakarta dan saya pun sudah tidak bersama dia lagi, namun hubungan kami sebagai teman dan sahabat tetap dekat, dan dia masih sering memasak makanan Indonesia. Malah dia bercerita mengenai libur Natal kemarin dimana dia berkumpul di rumah keluarganya di New Mexico. Dia yang memang hobi memasak minta izin pada ibunya untuk diperbolehkan membuat hidangan utama untuk dinikmati keluarganya pada hari Natal, dan akhirnya diizinkan oleh ibunya. Yang dia masak tidak lain dan tidak bukan adalah rendang dan opor ayam. Hahaha….Saya pikir, kok jadi seperti lebaran di Indonesia saja. Bedanya tidak pakai ketupat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sudah kembali ke Jakarta, dan meskipun sempat bertahun-tahun masak sendiri di negeri orang, tapi sepertinya semua ketrampilan saya menguap begitu saja begitu saya mulai tinggal di Indonesia lagi. Memang bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Mungkin karena di Indonesia kita terbiasa menggunakan jasa asisten rumah tangga, atau mungkin juga karena saya minder dengan si mbak yang memang jago sekali urusan memasak dan ‘tidak rela’ kalau dapurnya dijajah. Mungkin juga karena dulu saya selalu menggunakan bumbu instant sehingga saya pun tidak paham mengenai bumbu-bumbu dasar yang digunakan untuk mengolah masakan, dan sepertinya memasak dengan bumbu instant di Indonesia dianggap tidak bisa menghasilkan makanan seenak makanan yang diolah dari &lt;em&gt;'scratch'&lt;/em&gt; dengan menggunakan bumbu dasar. Tapi saya agak lega sedikit karena tahu kalau nanti suatu saat saya 'terpaksa' masak lagi, saya tahu bahwa saya bisa, meskipun seadanya. Sekali lagi memang itu bukan alasan dan memang tidak bisa dibanggakan. Namun setidaknya sekarang saya bisa mencicipi makanan dan bisa menilai sedikit mengenai kelebihan atau kekurangan makanan itu, seperti misalnya kurang asin, atau terlalu banyak bawang. Sebelum saya tinggal sendiri di negeri orang, saya sama sekali tidak bisa diandalkan untuk urusan mencicipi makanan. Saya tidak bisa menilai apakah satu masakan itu kurang asin, kurang pedas, kemanisan atau sudah pas kalau memang tidak ekstrim sekali kekurangannya. (Adik saya bahkan lebih parah, dia tidak bisa membedakan masakan basi atau tidak. Hehehe…). Karena itu saya dan adik saya kagum sekali dengan Pak Bondan Winarno yang punya rubrik &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/jalansutra/indexkolom.cfm?chcatid=7" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Jalan Sutra&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt; di Kompas online dan memandu acara TV Bango Cita Rasa Nusantara. Kok bisa ya beliau mencicipi makanan, kemudian menilainya dengan memberikan deskripsi yang jelas mengenai makanan tadi, termasuk bumbu-bumbu apa yang dipakai mengolah, kemudian beliau dapat menggambarkan makanan khas lain yang mirip dengan makanan yang sedang dideskripsikan untuk dijadikan referensi para pembacanya. Acungan jempol buat Pak Bondan yang sangat peduli pada kekayaan kuliner Indonesia. Kami sekeluarga penggemar berat acara Pak Bondan ini yang tayang setiap Sabtu pagi. Beberapa teman saya juga menggemari acara ini, bahkan ada satu teman saya yang bilang pekerjaan Pak Bondan ini adalah pekerjaan impiannya. Dalam benak saya dan adik saya, kira-kira Pak Bondan mau tidak ya mengangkat kami ini menjadi asisten dan menemani beliau pergi jalan-jalan keliling nusantara untuk mencicipi makanan khas dari daerah-daerah nusantara. Sekalian juga kami bisa belajar mengenai makanan dari beliau, biar tidak bodoh-bodoh amat. Hehehe…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114708014590560799?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114708014590560799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114708014590560799&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114708014590560799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114708014590560799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/cooking-is-never-easy.html' title='Cooking is never easy...'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114705404629893448</id><published>2006-05-08T09:05:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:05:04.603+07:00</updated><title type='text'>Manusia Bodoh</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Aku ..................&lt;br /&gt;...............&lt;br /&gt;...............&lt;br /&gt;...............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Kamu.........&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114705404629893448?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114705404629893448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114705404629893448&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114705404629893448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114705404629893448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/05/manusia-bodoh.html' title='Manusia Bodoh'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114640018826664038</id><published>2006-04-30T19:23:00.000+07:00</published><updated>2006-09-12T16:12:11.570+07:00</updated><title type='text'>A Bus Ride</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;It's funny how sometimes I forget that I am surrounded by people who care for and support me. Whenever I am down, and whenever I feel that I am the most unfortunate person in the world, I would go into a mourning period and I would enjoy pitying myself during the period. By allowing myself to mourn for a while and be vulnerable, plus doing tons of thinking, I could come out again to continue living as a stronger person. From the bottom back to the top. Well...that's the idea, at least.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Except, sometimes I forget to lift myself up again because I have been at the bottom too long, and I start to get comfortable down there because I feel there is no hope left. That is exactly what happened to me recently. For quite sometime, I had been feeling down and blue to the point where it had started to affect my personality, and even my work. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;But last night, as I was surfing the net, I came across this old familiar site&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.soundclick.com/bands/Lyrics.cfm?BandID=170567&amp;songid=1439122" target="_blank"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Soundclick&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/&lt;a"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;If you click the link above, you will find the lyrics to a song called "Terbaik". This is actually the lyrics of the song one of my dearest friends wrote about me. Yeah...you heard it right, people. This song is about me. Me! And it really hit me. I had been forgetting that there are people who care for me, who love me for what I am, who had been calling for me from up above, but instead I had chosen to remain silent at the bottom. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;My super talented friend, Riera, wrote this song for me when we were about to separate two years ago. I was leaving USA for good after 3.5 years, while she still had to stay for another year. During the last 6 months I was in Michigan, we got really close, mainly because we shared a passion for music (with some other friends, we shared lots of sad attempts to be musicians. hehehe...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/bandbw.jpg"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/320/bandbw.jpg" border="0" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;em&gt;One of our sad attempts at a local talent show. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Ga Boleh Ketawa!!...&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;A notable thing about Riera is her ability to make people feel good about themselves, and her ability to make people feel they are important to her. And she demonstrated just that in writing this song for me. So, although she can be a real b#%ch sometime, and although she has been too busy with her 'yayang' lately, I always love her dearly. Hahaha...peace, ra!....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Reading the lyrics of the song, and listening again to Riera's soothing voice singing the song &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;(btw, you can also listen to the song "Terbaik" and other songs from Riera by clicking on the word 'Music' on the navigation bar on the right hand-side of the page from the above link)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, I realized I had been wasting too much time at the bottom and thus, I had been missing lots of things. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Life is a journey, much like taking a tour on a bus. After you choose the route, it circles around and brings you to several stops. People get in and get out of the bus at different stops. To get the most of the bus ride, you can spend sometime at every stop to observe and enjoy the scenery, and also to chat and to mingle with the people who happen to be at the stop. Just for sometime. Just for a while. If you spend too much time at a stop, you would be missing the sceneries that otherwise you could have seen in the whole journey. After all, it is a one-time bus ride. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;So, thank you for reminding me to catch the bus again, friends. You know who you are. :). Special thanks to Riera. I luv you, sis! Kapan ya kita ber jam-session lagi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;em&gt;Tiada Yang Berakhir&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tiada Yang Abadi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;em&gt;Semua Datang dan Pergi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Silih Berganti&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;br /&gt;("Terbaik" by Riera Fladya) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114640018826664038?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114640018826664038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114640018826664038&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114640018826664038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114640018826664038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/04/bus-ride_30.html' title='A Bus Ride'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27270662.post-114632924659692276</id><published>2006-04-29T22:42:00.000+07:00</published><updated>2006-09-26T14:42:18.856+07:00</updated><title type='text'>Be Grateful for What We Have</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Exhausted from a 2 hour-flight from Jakarta, plus a 2 hour-ride from Bandar Seri Begawan with a chatty driver, I was glad to finally able to check in. I knew that there are a large number of TKI (Indonesian Labour Force) working in Brunei, but I was not prepared to encounter so many of them on my first night in Brunei. After filling out the check-in form, I handed it back to the receptionist, and then she surprised me by asking how I would like to settle the bill in Bahasa Indonesia. Okay...that's one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because I was carrying with me a box containing the training material for the training I was to conduct, I asked the receptionist to have it sent to my room. And of course, the bell boy who carried the box to my room was also Indonesian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was hungry enough to eat a horse, so as instructed on the menu catalog, I dialed the number for Room Service. Sure enough, the girl who answered my phone was also Indonesian. She mentioned that actually she knew I was Indonesian before I told her (she asked me, of course)because the receptionist and the bell boy had told her so. Hmm...I guess I was already famous among the staff of the hotel. I then had the weirdest room service conversation with her, in which she told me a bit about how she ended up working at the hotel (she was to give me a more detailed version the next day when I went down for lunch).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was not a pretty story. She got duped by the recruitment agency she was using. To use the service of the agency, she already had to pay a lot of money. She was told by the agency that she would be working at an office, but instead they put her at a small bakery shop where she had to work her butt off to earn money. It was not a lot of money, plus she still had to pay the agency some amount of money every month because the agency said that the amount she paid earlier was not enough to cover their expenses to bring her over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The owner of the bakery shop was not a very nice employer as at very often occasions he would cut down her salary because of some missing coffee sachets or oranges or even breads, at the price they were sold on the menu (for example one coffee sachet could make a glass of capuccino, so she would be charged at the price of a glass of capuccino). She had no idea why these items were missing, she did not take them, but still she had to pay the price. Did not like the treatment, she then tried to find another job, and found one at the hotel where she works now. Although she had found a new job, it was not very easy to resign from the bakery shop because she had a two-year contract with the owner, and of course, she had to pay the agency again because she was breaking the contract.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When she told me her story, she said she was happy because she had just finished paying back all the money to the agency just two months before. She has been working in Brunei for two years, but she had no savings at all because of this. Finally now she could start to save money for her and her family. She said she was very grateful for this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was touched by her story. By placing the order through room service, not only did I get the food I wanted, but I also got a lesson. If she could be very grateful for what she had after what had happened to her, certainly I could, too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes we take this life for granted and we always look up to have more. Sometimes we also feel that life has not been fair to us. But all we need is just to take a second to stop, to look back, and to look around us. Then we will realize that there are lots of things we have accomplished in life. Then we will realize we have been provided with so many good things in life. Then we will realize that there are people who are not as lucky as we are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We should always be grateful for what we have.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27270662-114632924659692276?l=f-la-w.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://f-la-w.blogspot.com/feeds/114632924659692276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27270662&amp;postID=114632924659692276&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114632924659692276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27270662/posts/default/114632924659692276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://f-la-w.blogspot.com/2006/04/be-grateful-for-what-we-have.html' title='Be Grateful for What We Have'/><author><name>FLaW</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05640952476302929422</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/7823/2865/1600/siluet-2.3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
